oleh

Kang Yoto Pamitan Pegawai Rumah Dinas 

BojonegoroDetakpos-Menjelang akhir masa jabatan, Bupati Bojonegoro Suyoto mengumpulkan seluruh pegawai di lingkup rumah dinas bersama keluarga mereka.“Ini sekaligus pamitan,” kata Bupati Bojonegoro Suyoto saat membuka pembicaraan di teras rumah dinas,Minggu (11/3).

Dengan hanya mengenakan sarung dan duduk lesehan dengan didampingi istrinya Mafudhoh Suyoto, sekaligus meminta maaf jika ada kesalahan selama sepuluh tahun kepada meteka yang sudah melayanih.Pria yang kerap dipanggil Kang Yoto itu kemudian meminta kepada beberapa pegawai di rumah dinas untuk bercerita.

Dia meminta agar beberapa pegawai untuk menceritakan sejumlah hal yang tidak disukai mereka dari dirinya.”Sekarang jujur saja cerita dimulai dari Tleser dengan alasannya,” katanya sambil menunjuk pegawai muda berkaus putih.“Saya paling tidak suka kalau Pak Bupati Ngetrail,” kata Tleser sambil tersenyum.

Alasanya, kata Tleser, dirinya tidak pernah diajak tapi giliran selesai ngetrail dia harus mencuci motor-motor yang digunakan ngetrail. “Gak pernah diajak ngetrail tapi harus nyuci,” katanya disambut tertawa yang hadir.

Setelah itu giliran Deby yang selama ini menjadi ajudan mendampingi Bupati  dia menceritakan hal yang tidak disukai adalah saat diminta membantu membaca sejumlah surat. Hanya saat itu tambah dia surat yang dibaca adalah surat bahasa Inggris.

“Banyak salahnya membaca kalau pas angka saya baca bahas Indonesia apalagi saya ini gak suka membaca,” katanya sambil disambut tawa yang hadir.

Tak hanya itu sang ajudan Deby yang bercerita saat diminta menempati jatah kamar Bupati di hotel JW Mariot Jakarta. Karena tidak pernah menginap hotel semua isi mini bar dihabiskanya karena dianggap fasilitas hotel.

Termasuk juga saat ditawari sarapan VVIP di dalam kamar dalam bahas inggris. Karena tak paham bahasa Inggris dijawab Yes. “ Tapi setelah itu saya ditagih Rp 5 juta dan ditahan pihak hotel. Tapi Alhamdulilah diganti Pak Bupati,” katanya disambut ledakan yang hadir.

“Ini adalah pengalaman kita semua saat susah dan senang,” Kata Bupati Suyoto. Dia menyatakan bahwa jika selama ini dirinya sekeluarga ada salah meminta maaf. Selain juga dia berpesan agar tetap bekerja dengan baik dan serius.

Yang jelas lanjut dia semua adalah pengalaman baik buruk telah dilalui bersama, sehingga  apa yang sudah dijalani merupakan pengalaman di mana yang baik harus dilanjutkan dan yang buruk untuk ditinggalkan. “Karena itu saya pamit dan terimakasih yaang sudah dilakukan selama ini,” katanya.(d4)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini