oleh

KPAI Menyoal Komitmen Tidak Libatkan Anak

JakartaDetakpos-Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto menyoal komitmen tim Pemenangan Kampanye Nasional (PKN) dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) untuk tidak melibatkan anak dalam gerakan aksi massa,  menyusul tewasnya anak berimur 17 tahun dalam bentrok aksi pascapenetapan KPU.

Salah satu korban meninggal, disebut sebut adalah AN (17), warga Tambora. Pihak RSUD Tarakan menemukan luka dalam berbentuk bulat.

Belum diketahui apakah penyebab lubang tersebut adalah peluru. Karena pihak keluarga menolak autopsi.

“Kami menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya AN (17). Semoga Allah memberikan yang terbaik. Aamiin,”tulis Susanto via WA, Kamis (23/5).

Menurur Susanto,  untuk mengantisipasi penyalahgunaan anak dalam kegiatan politik termasuk dalam sengketa pemilu, KPAI telah mengundang BPN dan TKN.

“Alhamdulillah keduanya sepakat untuk tidak menyalahgunakan anak dalam kegiatan politik termasuk demonstrasi merespon pengumuman KPU,tutur Susanto.

“Maka kami berharap komitmen tersebut dipegang bersama,”tegasnya.

Sementara oru sejumlah massa aksi 22 Mei 2019 masih bertahan di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, pada Kamis (23/5/2019), subuh.

Massa aksi tersebut menutup Jalan Wahid Hasyim yang mengarah ke Stasiun Gondangdia.

Dilansir Okezone, massa aksi menutup jalan dengan berbagai barang dan sampah. Terdapat juga sisa-sisa bekas barang yang dibakar serta batu di Jalan Wahid Hasyim.

Barisan massa aksi 22 Mei terpantau masih bertahan di depan perempatan Jalan Sabang. Sementara itu, pihak kepolisian masih bertahan di Jalan MH Thamrin, tepatnya di depan Gedung Sarinah.(dib).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini