oleh

Lamongan Siagakan Tim Tanggap Darurat Kekeringan

LamonganDetakpos –  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, Jawa Timur,  menyiagakan tim tanggap darurat kekeringan yang dilengkapi dengan tiga armada truk air untuk memasok air bersih kepada warga yang daerahnya mengalami kekeringan.

“Tim tanggap darurat siaga penuh selama 24 jam untuk memberikan jaminan ketersediaan air bersih,” kata Bupati Lamongan Fadeli, di Lamongan, Kamis (14/9/2017).

Dengan demikian, lanjut dia, kalau sewaktu-waktu ada masyarakat yang mengajukan permintaan air bersih bisa langsung dilayani.  Ia mencontohkan tim tanggap darurat BPBD sudah melakukan dropping air bersih di Desa Bedingin Kecamatan Sugio, sebanyak dua rit.

Dropping air bersih gratis itu dilakukan atas permintaan masyarakat yang dapat disampaikan kepala desa (kades) melalui camat di masing-masing wilayah.

“Begitu ada permintaan, seperti dari Bedingin kemarin, dropping air bersih segera dilaksanakan,” katanya.

Dari data yang diterima menyebutkan kondisi sejumlah tandon air di Lamongan seperti waduk dan rawa masih ada yang terisi hingga lebih dari 60 persen. Seperti Waduk German di Kecamatan Sugio, dari kapasitas maksimal sebesar 1.237.500 meter kubik, saat ini masih terisi 750 ribu meter kubik, atau 61 persen.

Untuk rawa, kapasitas terisi Rawa Bogo di Kecamatan Karanggeneng masih ada 66 persen. Dari kapasitas maksimal 755.250 meter kubik, saat ini masih ada cadangan 501.123 meter kubik.

Kemudian Rawa Sibanget di Kecamatan Karanggenng juga masih terisi cukup banyak. Dari kapasitas maksimal 373.750 meter kubik, saat ini masih terisi 238.963 meter kubik, atau sebesar 64 persen.

 Fadeli menyebutkan kondisi Waduk German yang masih terisi air menunjukkan baiknya manajemen air disana. Saat ini juga sedang dibangun jaringan irigasi dari Waduk German menuju Waduk Balungganggang.

Manajemen air seperti di Waduk German ini oleh Fadeli akan ditularkan kepada pengelola waduk lainnya. Sehingga kebutuhan masyarakat akan air baku, meski di puncak musim kemarau seperti ini masih bisa terpenuhi.

BPBD sendiri mendeteksi ada 81 desa di 14 kecamatan yang berpotensi kekurangan air bersih. Kemudian agar lebih memudahkan petugas, diharapkan warga sudah menyiapkan tandon atau tempat untuk penampungan air. (*/d1/detakpos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini