oleh

LP Maarif Protes Kemendikbud Loloskan Buku IPS Kelas VI SD/MI

JakartaDetakpos-Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) protes lolosnya buku IPS yang dikeluarkan Penerbit Yudhistira untuk Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) kelas VI yang menulis bahwa Ibu Kota Negara Israel adalah Yerussalem.

Pasalbya, itu bertentangan dengan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 bahwa Kemerdekaan adalah hak segala bangsa. ”Klaim Israel atas Yerussalem sebagai Ibu kota Negara itu merupakan bentuk penjajahan,”tegas Ketua LP Maarif NU Arifin Djunaidi dalan siaran pers yang diterima Rabu, (13/12).

Arifin mendukung kebijaksanaan politik luar negeri Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina, karena Indonesia merupakan negara yang kemerdekaannya pertama kali diakui oleh Palestina.

”Hingga sekarang ini Indonesia tidak pernah mengakui Israel sebagai negara, karena itu Indonesia tidak mengakui Yerussalem sebagai Ibukota Israel,”tambah Arifin.

Berkenaan dengan hal itu LPMa’arif NU protes keras kepada penerbit Yudhistira yang hanya mengambil data internet dengan tidak melakukan kroscek lagi dengan data lain.

LP Ma’srif juga protes tethadap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang sudah meloloskan buku ajar tersebut.Arifin meminta Kemendikbud menjatuhkan sanksi kepada penerbit Yudhistira dan Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) Kemendikbud sebagai penilai buku ajar.

Dia juga  meminta pemerintah dalam hal ini Kemendikbud untuk segera menarik kembali buku ajar IPS kelas VI SD/MI yang dikeluarkan Penerbit Yudhistira atau penerbit lain.Terakhir mendesak kepada Kemendikbud untuk menata dan meninjau ulang proses penulisan dan penerbitan buku ajar.(d2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini