oleh

Mensos : Mahasiswa Jangan Eksklusif

Jember – Detakpos –  – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengingatkan kalangan mahasiswa tidak menjadi kelompok ekslusif di masyarakat, melainkan harus inklusif.

Hal tersebut disampaikan Khofifah saat memberi kuliah umum membangun generasi inklusif’ di hadapan ribuan mahasiswa Universitas Negeri  Jember, Jum’at (22/9).

“Mahasiswa harus bisa menjembatani kepentingan masyarakat, pemangku kepentingan  dan pengambil kebijakan. Jangan kemudian malah bersifat eksklusif dan semakin jauh dengan masyarakat,” kata Khofifah.

Eksklusif disini bukan cuma secara kelompok, namun juga cara pandang terhadap perbedaan yang sudah ada sejak Indonesia berdiri. Menurut Khofifah, mahasiswa hendaknya memiliki sikap saling menghargai dan belajar dari perbedaan yang ada untuk dijadikan sumber kearifan kehidupan.

Bagi Indonesia, kata dia, keberagaman dan   perbedaan merupakan  sunnatullah  yang menjadi keniscayaan. Perbedaan itu bukanlah musibah, melainkan anugerah yang sudah seharusnya dijaga. Tidak ada bangsa di dunia seperti  Indonesia yang begitu banyak pulau, suku, bahasa dan  ragam budayanya.

“Kalau kata Gusdur, jangan melihat sesuatu karena Ia berbeda suku, agama, ras, dan lain sebagainya. Tapi lihat individu itu sebagai manusia, tidak ada bedanya dengan kita,” tuturnya.

Khofifah berpesan, agar mahasiswa tidak ikut-ikutan dalam gerbong kelompok-kelompok yang selalu saling menjelek-jelekkan dan menebar fitnah. Karena, justru akan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

“Jangan sampai ada yang saling tuding, saling mencemooh, saling memfitnah, dan saling menjelekkan. Budaya Indonesia itu penuh dengan nilai kesantunan dan kesopanan. Jangan dirusak dengan hal-hal tersebut,” ujarnya.

Khofifah menambahkan, mahasiswa yang berpikir inklusif akan memandang keragaman yang ada di Indonesia sebagai sebuah kekuatan besar dalam berkompetisi dengan negara-negara lain.

Di Universitas Negeri  Jember, Khofifah juga melaunching Pusat Pelayanan Counseling dan Disabilitas serta  Pusat Pengembangan Literasi Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3MI). (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini