oleh

Merawat Lingkungan Melestarikan Dolanan “Ada Babi Tang Ting Tung Teng Tong”

Gresik – detakpos.com – Bekas galon minuman kemasan ukuran 5 liter disulap menjadi lampion penerang jalan. Belasan lainnya disulap menjadi pot-pot cantik warna warni.

Pot-pot itu ada yang berbentuk babi, lebah, kupu-kupu, hingga karakter kartun seperti mineon dan spongebob. Tas kresek warna merah putih juga menghiasi kampung berbentuk kelopak mawar dan angka 72 merujuk hari ulang tahun kemerdekaan RI ke-72.

Pot dicat warna warni dimaksudkan agar menarik anak-anak.

Diantaranya yang mencolok dipasang disudut depan gang kampung di sudut salah satu perumahan di Sekarkurung.

Lima pot berbentuk babi yang ditanami strawberry, cabai, dan sayur sawi, serta sawi diberi nama Tang Ting Tung Teng Tong. 

Diawali dengan bentuk warna warna mencolok dan bentuk-bentuk lucu itu terselip pesan agar mereka mencintai tanaman sejak dini.

Diujung gang juga ada aneka tanaman obat keluarga berikut nama dan khasiatnya. Selain memperindang dan mempercantik kampung yang datang maupun anak-anak bisa tahu kegunaan tanaman-tanaman itu.

Tempayan plastik untuk  cuci tangan pun diberi tulisan berisi pesan-pesan edukasi seperti Jangan Lupa Cuci Tangan, Ayo Teman Cuci Tangan, Cuci Tangan itu Menyehatkan, Sehat Dimulai dari Cuci Tangan.

Gambar katak, lebah, ikan dan bebek di bawah tulisan juga untuk menarik perhatian terutama anak-anak untuk membiasakan cuci tangan.

Tempat cuci tangan itu dipasang di empat titik tempat biasanya berkumpul warga seperti dekat pos keamanan dan taman sayuran dan buah-buahan dekat Toga Corner, serta dekat penampungan sampah ekonomis untuk  Bank Sampah  

Paving blok jalan lingkungan pun disulap menjadi arena bermain dolanan tradisional.  Ada dakona, macanan, ceng -engan, engklek atau gedrik, ular tangga hingga jam penunjuk waktu. Selain untuk bermain arena itu juga melatih motorik anak. Ular tangga ukuran 3×3 meter misalnya.

Setelah dadu dilemparkan, maka anak yang bermain bergerak dalam kotak-kotak sejumlah mata dadu yang keluar.  Begitu pula pada jam penunjuk waktu. Anak-anak bisa bermain berpasang-pasangan masing-masing dua orang.

Jarum Panjang dan Pendek
Satu bermain menjadi jarum panjang dan pendek. Ketika lawan main meminta jam 4 yang jadi jarum panjang berdiri di angka 12 dan yang jadi jarum pendek di angka 4. Jika lawan main menyebut setengah delapan atau 7.30 yang jadi jarum pendek bisa di berdiri diantara angka atau titi 7 dan 8 sedangkan yang jadi jarum panjang diangka 6.

Awalnya, warga semangat menata kampung untuk lomba lingkungan antar RT di RW IV.  Seekor kambing disediakan sebagai hadiah untuk RT yang terpilih oleh dewan juri menjadi pemenang.

Kalah atau pun menang menurut ukuran juri bukanlah tujuan akhir. Tetapi, kemenangan sesungguhnya adalah ketika kebiasaan warga menjaga lingkungan dan pola hidup sehat, lingkungannya menjadi lebih apik dan makin terjaga. Kampung menjadi makin ramah dan  bersahabat dengan anak.   Mereka juga bisa belajar dan bermain sekaligus turut menjaga lingkungan sejak dini, terlebih membiasakan cuci tangan dengan sabun.

Ada pula pesan moral dari tempat membuang puntung yang terpasang di pagar-pagar rumah dengan tulisan matikan rokok di sini. Silakan meroko tetapi sebaiknya jangan biarkan asap rokok di rumah turut terhirup anak-anak dan anggota keluarga yang tidak merokok.

Sekali lagi kalah menang menurut pilihan juri bukanlah ukuran. Kemenangan sesungguhnya adalah warga menjaga konsistensi merawat lingkungan dan melestarikan dolanan seterusnya. Jadi bukan sekedar untuk kepentingan lomba-lomba sesaat yang terpatri pada subjektivitas penilaian yang kadang parameter dan kriterianya masih bisa diperdebatkan.

Juara sesungguhnya adalah yang menjaga kesinambungan keindahan, keasrian, kerindangan dan kesehatan lingkungan selama hayat di kandung badan. Jadi semua warga yang sungguh-sungguh merawat semua itu menjadi pemenang sejatinya. (*/tim detakpos.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini