Pemerintah dan PT Semen Rembang Perlu Temui Pendemo

Jakarta, detakpos – Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono mengatakan, seharusnya tidak perlu terjadi demo cor kaki oleh warga Pegunungan Kendeng, Rembang, yang mengakibatkan kematian Patmi (48), dalam aksi di depan Istana Negara. 

Menurutnya, hal itu tentu jika sebelumnya dibangun komunikasi antara pihak manajemen dengan warga yang merugi secara ekonomi dan sosial karena proyek pabrik PT Semen Indonesia (SI) dan eksploitasi lahan yang jadi sumber bahan baku semen.
“Apapun,  seharusnya Pemerintah atau manajemen PT SI mau menemui para pendemo untuk bisa duduk bersama mencari jalan terbaik dan jangan ada lagi nyawa rakyat yang melayang sia sia,” ujar dia di Jakarta, Kamis (23/3).

Arief berharap juga pada Polres Rembang membantu melakukan mediasi antara warga yang masih belum menerima dengan pihak manajemen PT SI. “Dan Saya harap Polres Rembang menangkap jika ada provokator yang membuat propaganda tidak benar dengan memanfaatkan warga, padahal ada kepentingan asing,” tandas dia.

Dia juga berharap penggerak, pemerhati lingkungan hidup, LSM juga bijak dalam menyikapi pembangunan PT SI dan jangan justru memprovokasi masyarakat. Apalagi pabrik ini 100 persen saham dimiliki negara.

Ia juga meminta, manajemen PT SI proaktif untuk melakukan pendekatan dengan warga yang belum yakin bahwa pabrik semen di Rembang tidak akan menyengsarakan ekonomi rumah tangga warga Rembang.

“Tolong manajemen PT SI juga berempati kepada korban aksi cor kaki dengan semen,” ujar dia.(tim detakpos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *