Gresik – Detakpos – Sebuah perahu tenggelam di Sungai Kalimas, Wringinanom di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengakibatkan 11 orang meninggal dunia, dua orang meninggal dunia, empat penumpang hilang, dan enam orang penumpang selamat, Kamis 06.45 WIW.
“Perahu itu diduga kelebihan muatan perahu sehingga tenggelam,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, dalam release yang diterima detakpos di Bojonegoro, Kamis.
Di Gresik tambang berpenumpang 12 orang dan 7 unit sepeda motor terbalik dan terbalik di Dusun Grombol Desa SumberRame Kecamatan Wringin Anom.
Perahu tambangan milik Suntoro dengan panjang 6 meter dan lebar 2,25 meter yang dimuati sekitar 12 orang terbalik di Sungai Kalimas dengan 7 unit sepeda motor.
Kedalaman sungai berkisar 3-4 meter dan arus sungai deras akibat guyuran hujan.
Dalam kejadian itu, perahu miring ke arah timur dan penumpang berloncatan ke sungai. Penumpang sempat saling tarik menarik untuk saling menyelamatkan.
Namun karena arus deras, ada penumpang yang terseret arus sungai. Sampai saat ini jumlah penumpang yang selamat atau masih tenggelam sudah didata.
Dari 12 penumpang 2 orang meninggal dunia, 4 orang hilang dan masih dalam pencarian, dan 6 orang selamat.
Dari hasil penyisiran dan pencarian diketahui atas nama penumpang:
1. Ujang (60) penarik tambang, meninggal dunia di Puskesmas Wringinanom.
2. Ibu Mis’ah, meninggal dunia di Puskesmas Wringinanom.
3. Supri (57) operator perahu, masih dalam pencarian.
4. Kusnari, warga Balongbendo , masih dalam pencarian.
5. Nurkholid, masih dalam pencarian.
6. Sriasih, masih dalam pencarian.
7. Yudistira Ardi (34), warga Balongbendo, selamat.
8. Supriadi (65) warga Sumberrame , selamat.
9. Suci Nina(33) warga Balongbendo, selamat.
10. Rianto (45) warga Balongbendo, selamat.
11. Joko (45) warga Dsn Juwet, Wringin Anom, selamat.
12. Didin (35) Penarik Tambang, selamat.
Tim SAR gabungan terdiri dari Polsek Wringinanom, Koramil Wringinanom, BPBD Gresik, Basarnas. Ditpolair Polda Jatim, Satpolair Polres Gresik, PMI Mojokerto, Tagana Sidoarjo, Tagana Mojokerto, Korp Marinir TNI AL, Ponpes Belongbendo, MDMC Gresik, relawan dan masyarakat terlibat dalam evakuasi korban.
Pencarian masih dilanjutkan dengan mengerahkan 4 perahu karet dan 2 perahu tradisional milik warga Balongbendo. (tim/detakpos)






