oleh

Petrokimia Gresik Gelar “CEO Briefing”

Gresik Detakpos – PT Petrokimia Gresik (PG) menggelar kegiatan “CEO Briefing” kepada 77 Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) dari seluruh wilayah di Indonesia.

Forum pertemuan yang berisi motivasi, sharing, arahan, serta diskusi langsung antara Dirut PG Nugroho Christijanto dengan petugas lapangan PG ini merupakan kegiatan yang pertama kali diselenggarakan.

Dalam forum yang digelar di Gresik, Senin (9/7), Nugroho menyampaikan sejumlah hal penting yang perlu menjadi pengetahuan serta perhatian SPDP.

Salah satunya adalah terkait kondisi finansial perusahaan, mulai dari subsidi pupuk, tren laba, nilai aset, piutang, serta biaya operasional perusahaan yang dianggap masih perlu banyak perbaikan agar semakin efisien.

Salah satu upaya perbaikan struktur biaya perusahaan adalah melalui Cost Reduction Program (CRP). Program efisiensi ini mengkaji berbagai aspek operasional perusahaan, mulai dari pengelolaan keuangan, produksi, investasi, hingga sumber daya manusia (SDM).

Efisiensi menjadi isu yang sangat relevan, terutama jika dikaitkan dengan wacana pengalihan subsidi pupuk yang semakin nyata.

“Perusahaan harus siap berkompetisi di pasar bebas. Saya harap jika nantinya skema subsidi pupuk dialihkan, semua harus siap. SPDP pun harus mampu menjadi frontliner produk komersial perusahaan yang saat ini jumlahnya cukup banyak,” ujar Nugroho.

Seluruh SPDP dan insan perusahaan, lanjut Nugroho, harus mampu meningkatkan kapasitas dan keterampilan diri sehingga bisa bekerja secara multitasking. Tujuannya agar perusahaan dapat beroperasi secara efisien melalui struktur organisasi yang lebih ramping dan efektif.

Selain program efisiensi dan peningkatan keterampilan, Nugroho juga berpesan, bahwa hal lain yang tak kalah penting adalah penguatan positioning perusahaan. Manajemen telah menetapkan pesan kunci perusahaan, yaitu Petrokimia Gresik sebagai produsen pupuk dan bahan kimia dengan solusi bagi sektor agroindustri.

“Menjadi solusi bagi sektor agroindustri adalah pesan kunci yang harus rekan-rekan SPDP sampaikan dalam berbagai kesempatan kepada seluruh stakeholder di daerah,” jelas Nugroho.

Pesan ini sangat penting, mengingat saat ini banyak industri di dunia, terutama dari China, tidak lagi sekedar menjual produk, melainkan menawarkan jasa industri dan menjual solusi. Untuk itu, agar tidak tertinggal dengan tren industri dunia, PG juga harus mampu memposisikan diri sebagai perusahaan yang menawarkan solusi.

“Tidak sekedar solusi bagi sektor pertanian dan pangan, namun lebih luas lagi, Petrokimia Gresik harus mampu memberikan solusi bagi sektor agroindustri di Indonesia,” tegas Nugroho.

CEO Briefing sendiri merupakan wadah baru di internal perusahaan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman serta motivasi agar SPDP sebagai frontliners atau ujung tombak perusahaan di daerah memiliki pemahaman utuh dan dapat berkontribusi maksimal terhadap kinerja perusahaan.

“Melihat penting serta strategisnya keberadaan SPDP, maka penyelarasan pandangan serta strategi perusahaan kepada SPDP sangat diperlukan untuk menjawab tantangan yang sedang dan akan dihadapi oleh perusahaan,” katanya. (*/d1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini