oleh

PMII dan HMI Demo Ke Polres Bojonegoro

BojonegoroDetak poppos-Aksi demo mahasiswa dan pelajar marak di berbagai daerah mendesak Presiden mengeluarkan Perppu UU KPK .

Giliran Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bojonegoro, mendemo Polres setempat terkait kematian mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari Tenggara, Randi, yang diduga tertembak saat mengikuti aksi demonstrasi di DPRD Sulawesi Tenggara.

Dengan alasan tersebut aktivis PMII dan HMI berbondong bondong ke Polres Bojonegoro mendesak kepada Kapolres menandatangani Nota Kesepakatan mereka terkait tiga tuntutan pada Jumat,6 (27/09/2019).

“Usut tuntas penembakan terhadap Randi (22) mahasiswa Fakultas Perikanan dan ilmu kelautan UHO,”tutur dia.

“Selain itu mendesak Kapolda Sulawesi Tenggara untuk segera bertanggung jawab atas tindakan anggotanya. Juga meminta Kapolri segera mencopot Kapolda Sulawesi Tenggara.

Aksi solidaritas ini terlihat berlansung tertib dan tidak terjadi keributan atau tindakan anarkis.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadly menemui para pengunjuk rasa serta mengucapkan terimakasih kepada seluruh pengunjukrasa karena melakukan aksi damai dan tidak melakukan hal-hal negatif yang merugikan.

“Terimakasih sudah melakukan aksi damai, dan mari jogo bojonegoro bersama sama,”pintanya.

Mengenai pengusutan kematian seseorang pihaknya sepakat, tapi semua itu ada aturan dan membutuhkan proses dalam pengusutan,”juga di depan puluhan pengunjukrasa yang membawa berbagai atribut seperti bendera dan spanduk.

Setelah proses penandatanganan nota kesepakatan, Kapolres bersama dengan jajarannya dan pengunjuk rasa berbondong bondong ke masjid polres Bojonegoro untuk melakukan sholat ghaib bersama.

Pewarta: Muh Irfan Aftoni

Editor: A Adib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini