oleh

Sejumlah Wilayah di Bojonegoro Mulai Krisis Air Bersih

BojonegoroDetakpos– Sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mulai kekurangan air bersih. Krisis air juga dirasakan petani menyusul penutupan pintu air Waduk Pacal.

Pemkab, menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Andik Sudjarwo, telah mengantisipasi kesulitan air bersih yang mulai dialami warga di daerahnya.

Sebanyak 2.488 kepala keluarga (KK),  di delapan desa dengan penduduk sekitar 9.000 jiwa di Kecamatan Tambakrejo, Kepohbaru, Ngraho dan Purwosari diketahui mulai kesulitan air bersih. ” BPBD mulai mendistribusikan air bersih ke sejumlah desa yang sudah kesulitan air bersih, seperti di Kecamatan Tambakrejo dan Kepohbaru,” kata dia pula, Sabtu, (16/9/2017).

Andik Sudjarwo menambahkan tentang kondisi air Waduk Pacal sudah tidak dialirkan lagi di sepanjang daerah irigasinya,  juga akan mempengaruhi sumur warga. “Warga di sepanjang daerah irigasi Waduk Pacal akan kesulitan air bersih, sebab debit sumur akan menyusut,” katanya lagi.

Sementara itu Dinas Pengairan Bojonegoro,  mencatat stok air Waduk Pacal di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang mulai kritis, yaitu sekitar 3,2 juta meter kubik per 15 September 2017. Kasi Pemanfaatan Sumber Air Dinas Pengairan Bojonegoro Sutiyono, di Bojonegoro mengatakan, pintu pengeluaran air Waduk Pacal terpaksa ditutup, sebab stok air yang tersisa sudah menipis.

Sutiyono menjelaskan, air Waduk Pacal dikeluarkan sekitar 2.000 liter per detik atas permintaan petani untuk mengairi tanaman palawija di sepanjang daerah irigasi di Kecamatan Sukosewu, Balen, Kapas, Sumberrejo dan sekitarnya sejak 12 September lalu.

Selain itu, pengeluaran air Waduk Pacal itu juga untuk memenuhi permintaan warga di sepanjang daerah irigasi sumurnya mulai mengering disebabkan kemarau.”Tapi sekarang sudah tidak ada pengeluaran air lagi, sebab stok air Waduk Pacal sudah minim. Stok air yang tersisa itu, untuk pembasahan agar bangunan waduk tidak rusak,” kata dia menjelaskan.

Ia memperkirakan, setelah air Waduk Pacal tidak dialirkan akan mempengaruhi debit sumur warga di sepanjang daerah irigasinya.

Sutiyono menyebutkan, di sepanjang daerah irigasi Waduk Pacal pada sejumlah desa di Kecamatan Balen dan Sumberrejo, masih ada petani yang menanam tanaman padi dengan luas lebih dari 100 hektare sekarang usianya sekitar 40 hari.

Namun, lanjut dia, para petani sudah membuat surat pernyataan tidak akan menuntut apabila tanaman padinya gagal panen karena mengalami kekeringan. “Tanaman padi para petani memperoleh air dari sumur tanah,” ujarnya.(d2detakpos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini