oleh

Semen Indonesia Bantu 10.000 Bibit Tanaman Karet

Ponorogo – Detakpos – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk memberikan bantuan 10.000 bibit pohon karet kepada para petani penggarap daerah rawan longsor di Desa Bengkering, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada Senin (21/8/2017).

Direktur Utama Semen Gresik, Gatot Kustyadji, dalam release yang diterima detakpos.com di Bojonegoro, Selasa (22/8/2017), menjelaskan bahwa penyerahan bibit pohon karet kepada para petani penggarap untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Tahun 2017.

“Rehabilitasi lahan kritis seperti di Ponorogo ini diperlukan untuk mengembalikan fungsi lahan tersebut secara optimal sebagaimana mestinya dan tentunya berguna bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat,” kata dia dalam kegiatan PT Semen Indonesia dengan tema “Connecting People to Nature”.

Pada kegiatan itu, ia didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur,Bambang Sadono dan Wakil Bupati Ponorogo Sujarno.

Menurut dia, kegiatan rehabilitasi pada lahan kritis merupakan salah satu upaya peningkatan sumber daya alam yang ada untuk dapat dikembangkan dan dilestarikan. 

Lahan kritis, lanjut dia,  cakupannya cukup luas, tetapi masih kurang dalam hal pengelolaannya. Tanaman karet sangat prospektif dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan, terutama di daerah rawan longsor di Ponorogo. 

Meskipun, menurut dia,  di lahan yang kritis, tanaman karet masih menghasilkan getah yang bagus, mengingat pohon karet dapat tumbuh 30 atau 40 meter dengan umur hingga 100 tahun. Tanaman karet juga dapat menyerap emisi gas buangan seperti CO2 (karbondioksida) untuk mengatasi dampak kerusakan lingkungan,” kata dia menjelaskan.

Fokus utama kegiatan transformasi lingkungan Semen Indonesia Group, kata dia, adalah pelestarian keanekaragaman hayati dan mereduksi emisi. 

Pelestarian keanekaragaman hayati difokuskan pada kegiatan reklamasi pascatambang. Sampai dengan 2016, Semen Indonesia telah mampu mereklami dan merevegetasi 228.34 Ha lahan pasca tambang di Pabrik Tuban. 

Lahan tersebut meliputi 138.355  tanaman, dengan jenis jati, johar, mahoni, trembesi, sengon, dan kesambi”. 

“Sedangkan dalam upaya mengurangi emisi, Semen Indonesia telah berhasil memanfaatkan limbah industri sebagai bahan baku alternatif. Pada tahun 2016, Semen Indonesia telah mampu menurunkan emisi CO2 sebesar 122,000 ton di Pabrik Tuban I – IV,” katanya menambahkan. (d1/detakpos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini