oleh

Siswa SMPN 1 Ponorogo Batal Tour Diduga Ditipu Travel

BojonegoroDetakpos – Sebanyak 285 siswa SMPN 1 Ponorogo, Jawa Timur, Selasa (12/7/2012) batal berangkat tour ke Bandung, kaarena diduga ditipu biro travel wisata “bodong”.

Petugas TU SMPN Ponorogo Edy Purwanto, yang dimintai konfirmasi detakpos dari Bojonegoro, Rabu (12/7/2017), membenarkan adanya kejadiaan dugaan penipuan travel bodong dengan korban para siswa SMPN 1 setempat yang akan tour ke Bandung pada 11 Juli.

“Permasalahannya saya kurang paham. Tapi sekarang ada sejumlah petugas polisi di SMPN,” kata dia.

Ditanya kerugian yang sekolahannya, ia menyebutkan untuk tour ke Bandung para siswa dikenai biaya Rp1,5 juta, sedangkan jumlah siswa yang akan berangkat tour ke Bandung sebanyak 285 siswa.

Ketua Masyarakat Pariwisata Indonesia Wahyu Setiawan mengaku prihatin dengan kejadian para siswa SMPN 1 Ponorogo yang diduga ditipu travel bodong.

“Saya sudah mengecek kepada guru SMPN Ponorogo kebenaran berita dugaan penipuan yang dilakukan oknum yang mengatasnamakan dari travel biro wisata. Saya menyesalkan kejadian itu karena terkait nama travel wisata,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk waspada apabila menemui biro travel wisata yang menawarkan tour, apalagi dengan harga murah.

“Masyarakat jangan langsung percaya, tetapi harus melakukan pengecekan legalitasnya juga kinerjanya travel wisata,” katanya menjelaskan.

Dari keterangan yang diperoleh menyebutkan batalnya keberangkatan 285 siswa SMPN 1 Ponorogo untuk tour  ke Bandung, menjadi bahan perbincangan orang tua wali murid.

Sesuai rencana sebanyak 285 siswa SMPN 1 Ponorogo itu rencananya akan tour ke Bandung tiga hari menginap dua malam. Pemberangkatan menggunakan kereta api dari stasiun Madiun menuju stasiun Bandung pada 11 Juli 2017 pukul pukul 21.53.

Pulanngya menggunakan kereta api dari stasiun Bandung menuju stasiun Madiun, pada 14 Juli 2017 pukul 16.50 WIB.

“Guru yang mengecek di Stasiun Madiun ternyata tidak ada pesanan untuk siswa setempat, sehingga kejadian itu dilaporkan polisi,” kata salah seorang wali murid siswa SMPN 1 Ponorogo. (tim detakpos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini