oleh

Tidak Puas UU Cipta Kerja, MPR Sarankan Ajukan Uji Materi ke MK

JakartaDetakpos.com– Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja tang kini sudah disahkan menjadi Undang-Undang masih terus menuai pro dan kontra. Bahkan mengundang aksi demo buruh, mahasiswa yang rawan di tengah pandemi Covid-19.

Ketua MPR Bambang Soesatyo mendorong pemerintah segera melakukan sosialisasi mengenai UU Cipta Kerja tersebut, serta memberikan penjelasan maksud dari sejumlah pasal atau butir-butir yang dinilai masih bermasalah.

Hal itu untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, seperti prihal Upah Minimum Kabupaten Kota/UMK dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota, nilai pesangon, Perjanjian Kerja Waktu Tertentu atau kontrak seumur hidup, outsourcing pekerja seumur hidup tanpa batas jenis pekerjaan, waktu kerja yang dinilai terlalu eksploitatif, hak cuti, outsourcing tidak mendapat jaminan pensiun dan kesehatan, dan Tenaga Kerja Asing yang dinilai menjadi mudah untuk masuk ke Indonesia.

“Hal tersebut penting untuk membendung berita-berita hoax yang beredar di masyarakat,”ujar Bamsoet, panggilan mantan ketua DPR, Kamis, (8/10).

Bamsoet menyampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang belum bisa menerima keberadaan UU Cipta Kerja dimaksud dapat meminta pemerintah atau DPR untuk melakukan dialog terkait butir-butir yang dianggap merugikan masyarakat, khususnya buruh, sehingga dapat dicapai kesepahaman untuk kepentingan bersama, dan jika tidak didapat kesepahaman, MPR menyarankan agar diselesaikan dengan mengajukan uji materi UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Mengimbau masyarakat agar berfikir secara jernih dalam menilai suatu persoalan dan tidak mudah terhasut oleh konten-konten hoax yang belum jelas validitas atau kebenarannya.

“Diharapkan masyarakat tetap kritis dalam mengoreksi setiap kebijakan yang ditetapkan pemerintah termasuk UU Cipta Kerja yang dianggap merugikan rakyat Indonesia,”tutur dia.(d/2).

Editor: A Adib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini