oleh

Wajar Kesal, Setuju Presiden Rombak Direksi PLN

JakartaDetakpos– Ketua DPP Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu Arief Poyuono mendukung sikap tegas Presiden Joko Widodo terhadap Direktur PLN (Persero) Sripeni Inten Cahyani.

Sikap itu dilakukan Presiden menyusul pemadaman listrik di Jakarta dan beberapa wilayah Jabar, Jateng kemarin dan hari ini.

“Saya setuju Presiden kesal pada Direksi PLN, dan saya mendukung Presiden mengambil langkah merombak total Direksi PLN,” ungkap Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra ini di Jakarta, Senin (5/8).

Menurut Arief, semua direksi PLN juga harus bertanggung jawab terhadap kerugian yang dialami masyarakat akibat pemadaman listrik tersebut.

Menurut dia, ada keanehan. “Masa iya sih bisa berbarengan terjadi kerusakan transmisi di dua tempat sekaligus yaitu transmisi listrik di Pemalang dan Unggaran,”ujar dia.

Dia menilai pihak PLN tidak mempunyai emergency plan jika ada kerusakan di pembangkit listrik dan sistim transmisi yang berakibat pemadaman listrik melewati satu hari penuh.

“Ini pasti ada yang enga beres ada pemadaman listrik kemarin hingga hari ini,”tutur dia.

Arief pun menilai wajar jika Presiden kesal terhadap kejadian yang sangat memalukan sekali kinerja direksi PLN.

Padahal Presiden Jokowi sedang gencar menarik investor untuk berinvestasi di Indonesia .

“Kalau Kerusakan transmisi saja berjam jam menyebabkan pemadaman, bagaimana nanti pembangkit listrik jebol alias rusak bisa bulanan kali listrik padam,”tambah dia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi sempat kesal pada penjelasan Plt Direktur Utama PT PLN (Persero) Sripeni Inten Cahyani mengenai pemadaman listrik serentak yang terjadi pada Minggu 4 Agustus 2019 siang hingga malam hari.

“Penjelasannya panjang sekali,” cetus Jokowi di Kantor PLN Pusat, Jakarta, Senin (5/8) seperti dilansir okezone.

Menurut Jokowi, pihak PLN tidak bisa menghitung beban listrik maupun potensi pemadaman yang akan terjadi. Hal ini membuat listrik tiba-tiba mati.

“Pertanyaan saya, bapak ibu semuanya kan orang pinter-pinter apalagi urusan listrik dan sudah bertahun tahun. Apakah tidak dihitung, apakah tidak dikalkukasi kalau akan ada kejadian-kejadian seperti ini, tahu-tahu drop gitu, artinya pekerjaan kalian tidak dikalkukasi,” tambah Jokowi.

Jokowi meminta PLN agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Mantan Wali Kota Solo pun langsung pergi meninggalkan kantor PLN pusat.(d/2).

Editor: A Adib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini