oleh

Kang Yoto setelah Lengser

Opini


Oleh: H AAdib Hambali (*).

 BUPATI Bojonegoro Suyoto Jumat malam menggelar pertemuan dengan jajaran Aparat Sipil Negara (ASN) Pemkab dan warga Bojonegoro. Acara yang dikemas untuk perpisahan itu mendapat perhatian dan antusiasme publik.

Hari ini, tanggal 12 Maret 2018, Suyoto mengakhiri masa jabatan Bupati Bojonegoro untuk periode kedua .Selasa, (13/3), besok rencananya baru serahterima jabatan (sertijab)  plt Bupati Bojonegoro.

Tentu saja ada sebagian masyarakat merasa kehilangan seorang yang selama 10 tahun meminpin pemerintahan di Bumi Angleng Dharmo ini. Yang tidak kalah menarik adalah momentum tanggal 12 ini, menjadi perhatian dalam kontestasi di Pilkada Bojonegoro 2018.

Pasalnya, Mahfudhoh Suyoto, istrinya, maju di Pilkada diusung Partai Amanat Nasional, NasDem dan Hanura berpasangan dengan Kuswiyanto (MK). Wajar jika rival Mahfudhoh menunggu apa langkah yang akan dilakukan oleh Suyoto untuk menyukseskan istrinya meneruskan jejak langkah menjadi orang nomor satu di Bojonegoro ini.

Suyoto dua kali terjun di Pilbup Bojonegori dan terpilih. Tentu dia lebih paham liku-liku dan dinamika politik di daerah ini mulai dari kota hinggga di pedesaan, dari politik gaya elite hingga politik warga ”sandal jepit.” Yaitu sebutan warga akar rumput di Bojonegoro.

Lepas dari jabatan, diperkirakan langkah Kang Yoto, panggilan suami Mahfudhoh it lebih leluasa blusukan ke desa dan kampung-kampung untuk menyasar dan napak tilas di kantong kantong suara yang mengantar dirinya terpilih hingga dua kali periode.Menjadi perhatian rivalnya, karena saat ini memiliki modal.

Hasil survei internal sejumlah parpol,  bahwa elektabilitas Mahfudhoh untuk sementara unggul, karena mencapai 40 persen dipilih responden. Pesaing terdekat, menurut informasi dari tim sukses adalah Anna Mu’awanah meski harus mengejar 17 persen untuk bisa menyamai Mahfudhoh.

Basuki-Pudji Dewanto (Basudewo), colon nomor urut ini 4 berada di posisi ketiga dengan kecenderungan positif karena berpotensi dan ada trend terus meningkat elektabilitasnya.

”PR” lebih berat adalah di pasangan Mulyoatine yang mesti bekerja keras untuk mendongkrak elektabilitas karena di posisi terakhir.

Kerja keras pasangan Basudewa dan Mulyoatine ini memang perlu untuk melepaskan diri dan keluar dari image sebagai ”calon boneka” dari Mahfudhoh.

Sejak awal pasangan Mulyoatine dan Basudewo sudah membantah. Namun masih sulit melepas image itu meski persaingan sebetulnya sudah semakin memanas.Adalah kubu Anna-Wawan sejak awal menggulirkan opini seperti itu, selain rival lain yang menciptakan opini seperti itu.

Bahkan kubu Anna menganggap ketiga calon yang harus dihadapi dalam kontestasi ini, sehingga kubu yang diusung PKB dan PDIP ini menciptakan slogan ”3 lawan 1” dengan memposidikan dirinya yang dikroyok oleh tiga calon.

Hal ini tidak terbatas ucapan untuk menciptakan opini itu, namun kubu Anna dalam cacatan sudah dua kali menghindar bertemu dengab tiga pasangan lain dalam acara yang digelar bersama Pertama saat deklarasi anti politik uang dan kampanye SARA yang digelar Panwas di Pendopo Kabupaten Bojobegoro, tidak ada yang datang.

Padahal itu momentum penting untuk menunjukkan bahwa pasangan itu akan berlaku bersih.

Kedua, masih di tempat sama, kubu Anna juga nenolak undangan dewan pendidikan yang menghadirkan empat calon untuk bicara soal pendidikan di daerah ini. Apakah cara kubu Anna membangun image dirinya sedang dikroyok tiga pasangan ini cukup efektif.

Hal itu terjawab dari hasil survei internal kubunya, bahwa dirinya masih harus mengejar 17 persen untuk bisa menyusul elektabilitas Mshfudhoh. Satu kerja keras untuk bisa menyamai dan menyalip.

Yang pasti, rivalitas untuk mendulang dukungan suara semakin ketat. Persaingan untuk memperoleh simpati masyarakat bawah yang masuk kategori PKH telah dilakukan kubu Anna naupun Kubu Mahfudhoh.

Sayup-sayup ”kampanye hitam” pun mulai terdengar. Politik uang, kemungkinan besar mulai dihembuskan, sehingga kontestasi semakin menghangat.(*).


*Penulis: Pemerhati dan redaktur senior di Bojonegoro.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini