Maju Calon Ketum PBNU, Gus Yahya Minta Restu Kiai Said

JakartaDetakpos.com-Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang, KH Yahya Cholil Staquf  (Gus Yahya), menyatakan siap untuk maju sebagai kandidat calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Muktamar ke-34 di Lampung, 23-25 Desember 2021.

Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini, menyatakan siap memimpin organisasi Islam terbesar di dunia, dengan mengedepankan program dan menjaga marwah organisasi para ulama pesantren ini.

“Iya betul [maju sebagai Caketum PBNU],” kata mantan juru bicara Kepresidenan zaman Presiden Abdurrahman Wahid.

Setelah Munas-Konbes Alim Ulama Nahdlatul Ulama di Jakarta, 23-24 September 2021 lalu,  Ketum PBNU  yang juga  Komisaris PT KAI itu menyatakan bersedia maju lagi. Ia pun lalu berkeliling ke dua pesantren, seperti di KH Tuan Guru Turmudzi Badruddin di Lombok, NTB, dan ke masyayikh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, asuhan KH Anwar Manshur, belum lama ini.

Diperkirakan, dalam Muktamar ke-34 di Lampung, terdapat dua nama kuat selain Kiai Said Aqil Siroj dan KH Yahya Cholil Staqut, yang telah mendapat angin dari sejumlah kiai sepuh dalam beberapa kali pertemuan bersama Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.

Kiai Said Aqil Siroj pun menyatakan diri untuk maju lagi untuk periode ketiga kalinya dalam muktamar yang digelar di masa pandemi Covid-19.

Gus Yahya bercerita sudah menemui Kiai Said Aqil Siroj untuk meminta restu dan mengutarakan niatnya untuk maju sebagai caketum PBNU. Kiai Said, kata Gus Yahya, merespons positif dan mempersilakan Gus Yahya untuk mewujudkan keinginannya tersebut.

“Saya sampaikan [ke Said] ‘saya mohon restu saya maju sebagai calon ketua umum’. Beliau persilakan “monggo-monggo”, iya mempersilakan,” kata Yahya.

Yahya lantas menjelaskan bila nanti terpilih, dirinya menawarkan gagasan konsolidasi nasional NU dari tingkat PBNU, PWNU hingga PCNU. Gagasan itu ia bentuk karena melihat selama ini PBNU, PWNU dan PCNU kerap berjalan masing-masing dengan gagasannya sendiri-sendiri.

Dengan konsolidasi, Yahya yakin bisa memperkokoh kepengurusan NU di tingkat pusat hingga cabang.

“Dan rupanya ini [gagasan] mudah ditangkap oleh PCNU. Nah saya juga sudah berkomunikasi dengan berbagai pihak yang kita harapkan jadi semacam akselerator atau pihak yang membantu, meski bukan dari NU, tapi mau bekerja sama dengan NU,” kata dia.

Tak hanya itu, Yahya juga memiliki gagasan melakukan aktivasi kegiatan ekonomi PCNU yang tersebar lebih dari 500 wilayah di Indonesia. Baginya, PCNU memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi umat Islam saat ini.

“Kalau kita bicara soal cabang-cabang kita punya 500-an lebih cabang. Itu outlet ekonomi, semua orang bisa pakai, pemerintah bisa pakai untuk salurkan agenda-agenda, misalnya investasi, bisa dilakukan memanfaatkan ini. Jadi kita ingin aktivasi cabang-cabang agar bergerak untuk menjalankan agenda-agenda itu,” ucapnya, dikutip CNN-Indonesia.

Gus Yahya tak menampik jika pengurus NU di level wilayah dan cabang banyak yang berkeinginan untuk melakukan regenerasi kepemimpinan di tubuh PBNU. Terlebih lagi, saat ini banyak tokoh-tokoh NU juga diisi oleh banyak kalangan muda.

Gus Yahya juga mengatakan kerap menulis dan berbicara di publik soal ide dan gagasannya mengenai NU ke depan. Ia sendiri tak menyangka bahwa gagasan tersebut disambut positif oleh para pengurus daerah NU saat ini.

“Sehingga aspirasi untuk menempatkan mereka dalam kepemimpinan kuat sekali. Yang sangat kuat aspirasinya dan banyak memang soal regenerasi,” kata dia dilansir Ngopibareng com

“Dan ini cepat sekali. Saya terkejut kenapa secepat ini. Saya menyatakan secara eksplisit ke publik awal September,” tambahnya.

Editor: AAdib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *