Bojonwegoro–Detakpos.com-Muscab ke 9 DPC PPP Bojonegoro berbuntut panjang. Kandidat ketua yang semula didukung 21 pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC), Soenaryo Abunaim (Mbah Naryo) mempolisikan sejumlah pendukung yang membelot ke kubu Khoirul Anam.
Buntut dari pembelotan dukungan 11 ketua Pengurus APAC) PPP dalam Muscab ke 9 PPP Bojonegoro, Mbah Naryo Senin (13/12/2021), resmi melapor ke Polres setempat. Laporan terhadap 11 ketua PAC tersebut diterima Gendut Margono, Kasi Umum Polres Bojonegoro.
Mbah Naryo, saat melaporkan 11 ketua PAC didampingi dua pengacara. Dalam mengurus kasusnya, Mbah Naryo mempercayakan kepada advokad Ady Suroyo. Mereka datang ke Polres Bojonegoro pukul 13.00 WIB.
Muscab ke 9 PPP berbuntut panjang. Sebanyak 11 ketua PAC PPP yang sudah menyatakan mendukung pencalonan Mbah Naryo, membelot dan memilih Khoirul Anam.
Dalam akad dukungan itu, ada 21 PAC yang serius mendukung Mbah Naryo. Mereka membubuhkan tanda tangan di atas materai. Dukungan 21 PAC tersebut dilakukan di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Padangan, Bojonegoro.
Setalah akad dukungan terhadap Mbah Naryo, menjelang muscab, ke 21 ketua PAC PPP itu dikumpulkan di salah satu hotel di Bojonegoro oleh Ketua DPC PPP Bojonegoro, Khoirul Anam. Setelah pertemuan tersebut, ke 11 dari 21 ketua PAC membelot ke kubu Anam.
11 ketua PAC yang dilaporkan Mbah Naryo yaitu PAC PPP Padangan, Ngraho, Malo, Gayam, Kasiman, Kedewan, Kedungadem, Kapas, Trucuk, Sukosewu, dan ketua PAC Temayang.
Mbah Naryo melaporkan 11 ketua PAC itu karena merasa ditipu dengan dukungan di atas materai. “Jadi, biar hukum nanti bicara,” kata Mbah Naryo.
Khoirul Anam mengatakan siap membela pendukungnya,
11 PAC yang dipolisikan oleh Mbah Naryo. “Tentu dibela,”ungkap Anam dihubungi via WA, Senin malam.(d/2)
Editor: A Adib






