oleh

Nyaleg Lewat NasDem, Kang Yoto Tidak Bisa Jauh dari Rakyat Bojonegoro

BojonegoroDetakpos-Bupati Bojonegpro periode 2008-2018 Suyoto (Kang Yoto) mengaku tidak bisa jauh dengan rakyat daerah itu, sehingga rela pindah dari PAN ke NasDem agar tetap bisa bersama-sama dengan warga bumi Angleng Dharmo.

 

Demikian penjelasan Kang Yoto soal kepindahan dirinya dari PAN ke NasDem, untuk menjadi calon legislatif (caleg) DPR dari Daerah Pemilihan Jatim IX meliputi Bojonegoro-Tuban.

”Saat petinggi NasDem memberi tawaran akhirnya saya terima. Bertarung maju ke DPR RI di dapil IX lewat NasDem. Artinya saya tidak jauh jauh dari rakyat Bojonegoro-Tuban,”tulis dalam WA yang diterima, Rabu (18/7).

Soal pilihan ke NasDem, Kang Yoto mengaku pernah ikut mendeklarasikan ormas NasDem, para pendirinya pun dia kenal dengan baik.

Dia memahami semangat restorasi yang diusung. NasDem bukan partai ideologis yang sangat kental, apalagi partai agama. Partai NasDem hanyalah rumah dan kapal untuk mereka yang ingin menjadikan Indonesia sebagai rumah bersama yang damai, adil, maju dan berkelanjutan. Implementasi religiositasnya dijalani dengan memegang janji kebangsaan (NKRI, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan konsistensi pada UUD). ”Partai hanyalah wadah bagi anak negeri yang hendak terlibat aktif pembangunan bangsa. Mereka mengusung semangat restorasi, kata lain dari reformasi yang lama dikumandangkan PAN,”ujar Kang Yoto.Soal aktivitas di politik, Kang Yoto mengaku selama ada peluang untuk berbuat untuk bangsa dan rakyat Bojonegoro dia akan melakukannya. ”Saya selalu mendefinisikan hidup hanyalah salah satu dari para pendaki itu. Hobi saya naik motor trail. Kalau lagi off road di tengah hutan dan sungai saya tidak pernah pulang sebelum beberapa kali jatuh.”

Dikatakan, peluang terpilih bersama PAN jauh lebih besar dibanding mencalonkan DPR lewat Partai NasDem. Jumlah kursi DPRD PAN di Bojonegoro dan Tuban jauh lebih banyak dibanding Partai NasDem. 

”Tapi inilah saya, selalu bergairah dengan tantangan. Mungkin terlalu lama hoby off road naik motor trail. Jatuh dan bangun menjadi hal yang biasa.”

 

Jadi, lanjut Kang Yoto, dia mencalonkan diri menjadi DPR hanya ingin berjuang dengan rumah dan kapal yang berbeda. Misi, komitmen kebangsaan dan kerakyatan tetap sama. 

”Politik ini urusan dunia, partai politik itu wasilah atau kapal atau kendaraan. Niat dan semangat perjuangannya yang lillahi Taala dan kemanusiaan itulah ibadahnya,”tutur dia.

Sepanjang memungkinkan mari berlomba lomba beribadah.”Bagi saudaraku di PAN teruslah semangat berjuang, saya berharap kita akan bertemu di hilir, puncak dakian: Indonesia yang rakyatnya maju, sejahtera, adil dan berkelanjutan.

” Insyaallah kita tetap sama pada niat dan manfaat yang hendak dipersembahkan. Kalau boleh saya meminta, biarkanlah persaudaraan kita tetap berlanjut, walaupun saya di kapal yang bebeda,”tutur dia.

Kang Yoto menceritakan sebetulnya dia masih bisa mancalonkan dari PAN tapi melalui Dapil Bondowoso-Situbondo, Banyuwangi. Itu sudah menjadi kesepakatan  sebelum Pilkada serentak 27 Juni 2018.

”Namun sejujurnya saya susah sekali move on dari rakyat Bojonegoro dan Tuban. Saya pernah menjadi anggota DPRD Jatim dapil 9, selama tiga tahun (2005 – 2008).”(dib)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini