oleh

PBNU Usulkan Menteri Urusan Pesantren

JakartaDetakpos-Nahdlatul Ulama sejak didirikan mengemban dua amanat dipegang erat sampai saat ini. Amanat tersebut adalah keagamaan (diniyyah), dan amanat Kebangsaan (wathaniyyah).

Menurut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, kedua amanat tersebut selalu menjadi landasan prinsip Nahdlatul Ulama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dikatakan, Nahdlatul Ulama memandang diperlukan langkah strategis untuk mengimplementasikan cita-cita membangun bangsa yang maju, bermartabat, serta berperadaban mulia.

Oleh karenanya, menurut Kiai Said, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengamanatkan kepada Ir. H. Joko Widodo dan Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin dalam bidang pandidikan mengutamakan pembangunan manusia yang menitikberatkan pada  pendidikan karakter.

 Langkah ini bisa ditempuh sengan salah satunya memberi perhatian lebih kepada Pendidikan Pesantren,  sebagai basis tempat pertumbuhan Islam Moderat.

” Pesantren sampai saat ini masih belum mendapatkan tempat yang strategis di mata negara,”kata kiai Said saat menerima kunjungan KH Ma’ruf Amin di Kantor PBNU Jln Kramat Raya Jakarta,  Senin (22/4).

Dengan jumlah yang mencapai puluhan ribu, pesantren hanya diurus oleh salah satu direktorat di bawah Kementerian Agama.

Ke depan, menurut Kiai Said perlu ada upaya dan langkah lebih serius dan strategis untuk memperhatikan pesantren. Salah satu usulan hasil Munas Nahdlatul Ulama di Lombok tahun 2017 adalah diangkatnya Menteri Urusan Pesantren.

Langkah lain bisa ditempuh dengan cara melakukan revisi dan revitalisasi UU nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang memungkinkan upaya peningkatan mutu guru tidak dihambat oleh UU Otonomi Daerah serta menindaklanjuti Perpres No. 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) melalui kebijakan operasional dan anggaran di sekolah dan madrasah tanpa membeda-bedakan sekolah negeri dan swasta.(dib)

Edito: AAdib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini