oleh

Pengamat: Hanya Gatot yang Mampu Saingi Jokowi di Pilpres

JakartaDetakpos– Wajar jika Partai Amanat Nasional (PAN), mengelus-elus Panlima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo masuk dalam bursa calon presiden (capres) yang akan diusung pada Pilpres 2019.

” Hanya sosok Gatot yang mampu bersaing dengan Jokowi. Apalagi Gatot memasuki masa pensiun pada 2018, mendekati masa pendaftaran Pilpres 2019,” ujar Direktur Rumah Politik Indonesia  Fernando EMAS dihubungi di Jakarta, Sabtu, (19/8 /2017).

Dosen Fisip Universitas 17 Agustus 1945 (UTA’45) itu mengatakan, kedekatan Gatot Nurmantyo terhadap berbagai kelompok dan partai menjadi salah satu alasan bagi PAN mendukung jenderal bintang empat itu. Dengan kedekatan yang dibangun oleh Gatot pada semua kelompok dan partai akhirnya bisa diterima semua pihak, termasuk kelompok yang berseberangan dengan Jokowi.

” Latar belakang tentara menjadi alasan lain bagi PAN memasukkan Gatot sebagai capres,” tambah dia.

Dikatakan, sosok Gatot yang merupakan Panglima TNI dilihat sebagai figur yang mampu berkompetisi di Pilpres 2019. Dia kembali menegaskan,  hanya sosok Gatot yang mampu bersaing dengan Jokowi.  

” Kalau Gatot membuat momen yang signifikan pada masa akhir jabatannya,  maka partai politik lain akan turut mempertimbangkan mendukung dia,” tegas Fernando.Sebelumnya, ada sejumlah alasan yang menjadikan PAN ikut memasukkan Gatot Nurmantyo sebagai calon presiden.

Menurut Ketua DPP PAN, Yandri Susanto, kriteria seorang pemimpin itu ada di beliau (Gatot Nurmantyo, red),” ujarnya.PAN memasukkan nama Gatot sebagai salah satu bakal calon yang dipertimbangkan partai berlambang matahari di samping nama Ketum Gerindra, Prabowo Subianto dan mendukung petahana Joko Widodo.

Yandri menjelaskan, penyebutan nama tersebut untuk mengetahui karakter pemimpin yang diminati masyarakat sebelum menghitung peluang keterpilihan calon.”Penyebutan nama Pak Gatot, Pak Prabowo atau dukung Pak Jokowi kan untuk melihat respons masyarakat,” jelasnya.

Yandri berharap, bursa calon presiden di mana ada Gatot sebagai Panglima TNI aktif dan Prabowo yang merupakan mantan Komandan Kopassus tidak dibenturkan sebagai isu sipil militer.”Jangan dibenturkan lagi lah, menurut saya sudah tidak tepat membenturkan isu sipil militer di Indonesia,” pungkasnya.(d2detakpos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini