Jakarta– Detakpos.com- Wacana reshuffle Kabinet Indonesia Maju kembali bergulir. Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando EMaS
dapat memastikan posisi Panglima TNI yang ditinggalkan oleh Hadi Tjahjanto akan diisi oleh KASAL Laksamana Yudo Margono.
Menurut pengamat politik dari Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta ini, Presiden Jokowi sebagai orang yang taat kepada undang undang (UU), dia akan tunduk pada ketentuan yang diatur oleh UU TNI.
Berdasarkan UU, menurut Fernando, matra AL berkesempatan mengisi posisi posisi panglima TNI. Selain itu Presiden Jokowi juga berkepentingan untuk menjaga soliditas dukungan TNI.
KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa dinilai Fernando sangat memahami UU akan menerima matra AL untuk mengisi posisi Panglima TNI.
“Presiden Jokowi akan mempercayakan kepada Andika untuk memimpin BIN,”tutur Fernando, Kamis (9/9/2021).
Diprediksi, Budi Gunawan yang memiliki peran penting terhadap pemerintahan Jokowi akan dipercaya untuk memimpin Kemenko Polhukam menggantikan Mahfud MD.
Fajroel Rachman yang selama ini menjabat Dubes akan meninggalkan posisi Jubir Presiden. Fajroel merepresentasikan dari kalangan aktivis 98 kemungkinan akan tetap diisi dari aktivis 98.
Selain itu, lanjut dia, untuk membantah tuduhan seberapa kalangan yang menuduh Jokowi anti ulama, kemungkinan Fajroel akan digantikan oleh kalangan aktivis 98 seperti Sayed Junaidi Rizaldi atau yang biasa dipanggil Pak Cik, karena masih ahlul bait, zuriyyah Nabi Muhammad.(d2).
Editor: A Adib






