oleh

Pilkada 2018, Airlangga Moncer, Cak Imin Redup

Opini oleh: A Adib Hambali.(*)

PERHELATAN besar pesta demokrasi usai digelar. Sebanyak 171 daerah terdiri dari provonsi, kabupaten dan kota pun selesai melakukan coblosan pada Rabu 27 Juni 2018.

Data yang diperoleh, dari 17 daerah diselenggarakannya Pilgub sebanyak 10 pasangan yang diusung partai Golkar menang. Sementara secara nasional, dari 171 daerah hampir 91 titik Golkar unggul suara.

Dari keberhasilan itu partai Golkar  optimistis bisa sukses dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, menyusul, kemenangan yang menggembirakan dalam Pilkada 2018.

Pada Pileg nanti, Partai Golkar diprediksi bisa meraih 120 kursi, sehingga dalam kontestasi pilpres partai Golkar bisa prima mendukung dan memenangkan Joko Widodo (Jokowi). Sebab, hasil itu telah mencerminkan mesin politik berjalan dengan baik.

Dari hasil Pilkada serentak masih ada beberapa daerah yang perlu di evaluasi dan diberikan treatment khusus, sehingga pada Pilpres dan Pileg 2019 Golkar benar-benar bisa prima. Partai Golkar meyakini bisa sukses maksimal.

Sebagai partai pemenang pemilu nomor 2 dan mempunyai jumlah kursi terbesar kedua, wajar Partai Golkar berkeinginan mengajukan Ketum Airlangga Hartarto menjadi calon wakil presiden.(Detakppos/Firman Subagyo, Sekretaris Dewan Pakar DPP).

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto tidak mungkin diusung menjadi calon presiden (capres) di Pilpres 2019. Alasannya, Partai Golkar tetap solid mendukung Jokowi menjadi capres.

Hingga kini koalisi partai pendukung Jokowi pun masih merundingkan siapa cawapres yang pantas disandingkan dengan Jokowi pada Pilpres 2019. Terlebih, sosok cawapres itu mesti mendapat persetujuan dari Jokowi. Keputusannya tidak akan lebih dari 10 Agustus, itu sudah A1, tunggu saja.

Kemungkinan Partai Golkar merebut tongkat komando partai koalisi pendukung, saat ini Partai Golkar meraih kemenangan terbanyak pada Pilkada serentak 2018. Masalah tersebut mesti dibicarakan dan disepakati bersama partai pendukung lain.

Sisi lain Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kalah di daerah basis Jatim dan Jateng pada Pilkada 27 Juni 2018. Hal itu bisa menurunkan daya tawar Ketua Umum Muhaimin Iskandar (Cak Imin) untuk digandeng Jokowi menjadi calon wakil presiden(Detakpos, Direktur Rumah Demokrasi Indonesia Fernando Emas).

Basis dukungan terhadap PKB ada di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Keberhasilan calon yang diusung PKB pada Pilkada pada 27 Juni lalu sangat menentukan untuk daya tawar Cak Imin sebagai cawapres pada Pilpres 2019.Daerah basis PKB di Jawa Timur jebol.

PKB tidak mampu mendongkrak suara Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno saat berhadapan dengan Khofifah Indar Parawansa- Emil Elestianto Dardak.Dari 17 kabupaten/kota di Jatim yang dimenangi PKB saat Pemilu Legislatif (Pileg) 2014, Gus Ipul-Puti hanya menang di lima wilayah, Kota Batu, Kota Pasuruan, Madiun, Pasuruan dan Situbondo.

Sementara 12 di lain dikuasai Khofifah-Emil, yakni Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Lamongan, Pamekasan, Probolinggo, Sidoarjo, Sumenep, Trenggalek dan Tuban jebol.

Saat ini mulai tumbuh kesadaran politik di arus bawah NU, maka elite NU pun perlu lebih hati-hati dalam urusan politik agar marwah NU terjaga di arus bawah Nahdliyin. (*)

Penulis:Pemerhati polutik dan Redaktur Senior Detakpos 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini