Pengumuman Susunan Pengurus DPC PPP Bojonegoro Molor

BojonegoroDetakpos.com-Rencananya Tim Formatur mengumumkan susunan pengurus DPC PPP Bojonegoro, periode 2021!-2026 pada pekan lalu.

Namun hingga Ahad, (12/13/2021), belum juga diumumkan, sehingga muncul berbagai spekulasi, di antaranya sebab molornya penyusunan pengurus DPC PPP ini karena terjadi tarik ulur menyusul polemik dukungan 21 Pengurus Anak Cabang (PAC) yang disampaikan ke tim formatur.

Namun pihak DPC PPP Bojonegoro membantah, tidak pernah ada polemik di internal. Bahkan sangat kondusif setelah menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) partai berlambang Ka’bah ini.

Anggota Formatur dari unsur ketua DPC demisioner Khoirul Anam mengatakan, di internal DPC tidak ada masalah apa apa.”Kita dingin dingin saja,”ujar Khoirul Anam.

Apalagi Muscab DPC sudah berhasil membentuk tim formatur yang bertugas menyusun kepengurusan DPC PPP Bojonegoro periode 2021-2026. Bahkan segera diumumkan hasilnya dalam waktu dekat ini. ” Mboten, tidak molor karena konflik,”ujar Anam, menanggapi spekulasi yang muncul.

“Biasa kerjaan mereka begitu …… Di internal tidak ada apa apa,”kata Anam menanggapinya.

Seperti diketahui, pasca-Muscab DPC PPP Bojonegoro, muncul polemik pendukung calon ketua KH Soenaryo Abu Na’im.
Dari 21 PAC, belakangan 10 PAC “mbalelo” alias tidak konsisten. Padahal dukungan 21 PAC itu telah disampaikan ke formatur agar mempercayakan nahkoda PPP Bojonegoro kepada Soenaryo.

11 PAC tersebut telah mendukung secara tertulis bermeterai dan tercatat di notaris. Mereka yang disebut sebut inkonsisten bisa dikenai Pasal 78 KUHP dan atau Pasal 1328 BW hukum Perdata, implikasi hukum dari ketidakjelasan hasil sebuah kerja sama.

Menurut K Munawar, ketua PAC PPP Kanor, gugatan dan atau pelaporan pidana ini bisa menjadi pembelajaran pada politisi di PAC agar tidak gampang membuat pernyataan komitmen yang belum tentu bisa ditepati.

Apalagi jika pernyataan tersebut dituangkan dalam surat dan dibubuhi meterai, tentu ada resiko hukum jika tidak sesuai dengan kenyataan.

Sebelum Muscab DPC PPP Bojonegoro terdapat 21 PAC PPP yang memberikan dukungan terhadap Sunaryo Abuna’im untuk dicalonkan menjadi ketua DPC PPP Bojonegoro.

Dari 21 PAC PPP yang telah membuat pernyataan tertulis, hanya ada 10 PAC yang konsisten terhadap pernyataannya. Diberitakan salah media online, sedangkan 11 PAC inkonsisten terhadap pernyataan yang dibuat sendiri

Yang tidak konsisten atau yang mengkianati pernyataan sendiri maka harus siap-siap mempertanggung jawabkan perbuatanya secara hukum. Kami sudah kordinasi dengan beliaunya ( Sunaryo Abuma’in, Red), akan menuntut secara hukum atas perbuatan pengingkaran dalam pernyataan.

Sembilan PAC PPP melalui kuasa hukumnya juga melaporkan kegiatan Muscab yang dianggap cacat formil. Selanjutnya 9 PAC PPP meminta pada DPP PPP untuk membatalkan hasil Muscab DPC Bojonegoro, dan memerintahkan kepada DPW PPP Jawa Timur untuk menggelar ulang pelaksanaan muscab.

Menanggaoi desakan 9 PAC PPP itu, Sunaryo Abuma’in, yang juga wakil ketua Majelis Pertimbangan DPW PPP Jatim, mengatakan masih mengkaji dan mempelajari desakan 9 PAC PPP tersebut.

“Ditunggu saja hasil kajiannya seperti apa, setelah itu baru kami mengambil langkah,” ujar Sunaryo Abuma’in, yang akrab dipanggil Mbah Naryo itu.(d/2).

Editor: A Adib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *