oleh

Prabowo Dongkrak Gerindra di Posisi Kedua setelah PDIP

JakartaDetakpos-Survei oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI)  Denny JA mempediksi, partai yang mengusung calon presiden (capres) bersaing di Pemilu Serentak 2019.

Rilis survei LSI menempatkan posisi pemenang Pileg 2019 adalah PDI Perjuangan. Meski kalah Prabowo Subianto mampu mengdongkrak perolehan suara Gerindra sehingga mampu menempati pososi kedua.

“Pemilu serentak terbukti menguntungkan dua partai yang memiliki capres, yaitu PDIP dan Gerindra,” tutur Direktur LSI Totok Izul Fatah, Selasa (6/11).

Walau sebagai capres, menurut Survei LSI,  Prabowo masih kalah dua digit dibandingkan Jokowi, namun Prabowo berhasil mengangkat Gerindra menjadi nomor dua.

“Ranking paling tinggi dalam sejarah Gerindra,”ujarnya.

Sementara itu survei LSI memprediksi Partai Golkar terkena “Efek Bakpau”. Kasus Setya Novanto puncaknya menabrak tiang listrik dan diklaim benjol sebesar bakpau.

Kasus tersebut cukup menurunkan wibawa Golkar di samping Golkar tidak mempunyai calon presiden atau calon wakil presiden.

Sampai saat ini, praktis tidak ada program dari partai mana pun yang menonjol akibat partai hanya berjualan capres saja.

PDIP dan Gerindra yang paling diuntungkan. PKB menonjol dan juara bersama PDIP di provinsi Jawa Timur. Namun di provinsi lain, PKB tidak masuk tiga  besar

Survei dilakukan pada bulan Oktober 2018. PDIP juara paling banyak (5 provinsi : Sumatera Utara, Sumatera Selatan,Lampung, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah) dan potensial Juara Pertama di Pileg 2019, juga potensial melampaui dukungan pada Pileg .
2014.

Gerindra Juara nomor dua (3 provinsi : Riau, Banten, dan Jawa Barat) dan potensial juga juara nomor 2 di Pileg 2019 juga potensial melampauidukungan 2014.

Golkar Juara nomor tiga (1 provinsi : Sulawesi Selatan) dan potensialuntuk pertama kalinya tidak masuk dua besar dalam sejarah Pemilu di Indonesia.

Survei LSI menggunakan metode sampling : multistage random sampling. Jumlah responden per provinsi : 600 responden•.Jumlah responden keseluruhan : 6.000 responden, wawancara tatap muka responden menggunakankuesioner.Margin of error per provinsi : ± 4.1 %.

Semua populasi pemilih di 10 provinsi mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi responden Pengumpulan Data : 4 – 14 Oktober 2018. Dilengkapi FGD  Analisis Media dan Indepth Interview.(dib)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini