oleh

Presiden Jangan Pilih Menkeu Corong Kapitalis

JakartaDetakpos-Presiden Joko Widodo sebaiknya jangan memilih Menteri Keuangan yang disinyalir menjadi corong propaganda kepentingan kapitalis dunia

Waketum DPP Gerindra
Arief Poyuono mencontohkan,
sekarang ini tidak ada resesi ekonomi di dunia
.
” Jangan percaya dan tidak akan ekonomi Indonesia mengalami resesi ekonomi itu semua cuma propaganda saja,”tutur Arief di Jakarta, Kamis (5/6).

Dikatakan, pendapat pendapat ekonom dan ahli keuangan di pasar keuangan dunia dan di Indonesia, itu cuma semacam agitasi propaganda saja

Data data ekonomi dibuat hanya dengan mengunakan ilmu statistik, hanya asumsi asumsi peristiwa saja dan mengunakan pendekatan probabilitas yaitu bisa benar dan bisa tidak.

Dikatakan, resesi ekonomi dunia yang akan berdampak krisis ekonomi Indonesia jika pelaku ekonomi dan pengambil kebijakan ekonomi di Indonesia model seksi sekaarang itu terpancing serta mempercayai dengan agitasi propaganda prediksi prediksi ekonomi yang mengunakan data data dengan sebuah asumsi asumsi yang dimatematikan dengan ilmu stastitik.

Begitu juga dengan data data laporan keuangan corporasi multinational yang dipublis penulisannya dengan arah tujuan untuk kepentingan tertentu saja.

“Sebab laporan keuangan dan data data ekonomi yang dibuat itu diharapkan memberikan pengaruh secara phisikologis terhadap para pelaku ekonomi dan pembuat kebijakan ekonomi di sebuah negara,”kata Arief.

Jika pelaku ekonomi dan pembuat kebijakan ekonomi negara justru terpegang pada alat propaganda tersebut justru membuat kepanikan di pasar keuangan dan pasar modal.

“Dan ini sudah terjadi di Indonesia sehingga akibat pernyataan terjadi capital flight dan banyak investor mengagalkan investasinya untuk ditanamkan di Indonesia,”tutur Arief..

“Jadi Joko Widodo jangan lagi pakai menteri keuangan yang merupakan corong propaganda kepentingan kapitalis dunia,”tutur dia.(d/2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini