oleh

Seribu Ulama Mohon Presiden Izinkan Khofifah Nyagub

BangkalanDetakpos– Aliansi Santri Pemuda Ekonom dan Kiyai   (ASPEK), Madura,  sudah mengantongi 1.000 tanda tangan  para tokoh agama, ulama untuk memohon kepada Presiden Joko Widodo memberi izin Mensos Khofifah Indar Parawansa maju di Pilgub Jatim 2018.

Permohonan izin dan dukungan itu rencananya akan dideklarasikan pada 19 atau 20 (Sabtu/Minggu), Agustus 2017, bertempat di Yayasan Pondok Pesantren Al Anwar, Desa Patereman, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Diundur dari rencana semula Minggu 13 Agustus 2017, menyusul kesibukan berbagai pihak dalam persiapan memperingati HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus.

” Kami yakin seyakin-yakinnya Bapak Presiden akan mengizinkan permohonan kami,” ungkap KH Muchlis Muhsin dihubungi di Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu (12/8/2017).

Dia kembali  menegaskan, sudah mengantongi 1. 000 tanda tangan para tokoh agama, guru ngaji, pengasuh madrasah dan pengasuh pondok pesantren se- Madura untuk memohon izin Presiden agar Khofifah bisa ikut dalam kontestasi Pilgub Jatim 2018.

Ditegaskan, Aspek  tetap eksis dan solid mendukung Khofifah  untuk maju pada pesta demokrasi nanti di tahun 2018.

Terkait pencalonan di Pilgub Jatim Khofifah mengatakan masih menyamakan frekuensi di lapangan. Dan jika semuanya sudah beres dirinya baru akan melapor ke Presiden.

“Nanti, jika semuanya sudah kondusif maka saya akan melapor kepada Presiden Joko Widodo untuk maju berlaga dalam Pilgub Jatim,” ungkapnya kepada wartawan usai pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap III di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, belum lama ini.

Khofifah mengaku masih akan fokus pada tugasnya sebagai menteri dan tidak akan berubah dari apa yang sudah pernah disampaikan.”Saya sampaikan masih ‘check sound‘. Sampai Juli kemarin, saya rasa sudah selesai (check sound).”

Saat ini dirinya sedang mencoba menyamakan frekuensi, bahasa orang muda, bahasa senior, bahasa perempuan, bahasa laki-laki itu  berbeda. Termasuk juga bahasa santri dan juga bahasa para kiai.

“Ini yang saya coba menyamakan frekuensinya dan itu prosesnya,” ujar Khofifah.Dia pun mengaku jika saat melapor ke Presiden nanti, maka akan mengikuti keputusan Presiden.(d2detakpos).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini