oleh

Siswanto, Pelopori Kampanye Model Solusi Bukan Janji

NgawiDetakpos-Ada fenomena menarik dari arena persaingan politik caleg (calon legislatif) di Ngawi, Jawa Timur, Dapil I.

Dr. H. Siswanto, MM, caleg Partai Nasdem untuk DPRD II ini mengubur gaya kampanye model lama.

Mantan Sekda Ngawi ini menggebrak dan mempelopori kampanye model solutif.

Jika selama ini para caleg berkampanye dengan janji yang akan direalisasi setelah jadi, Siswanto langsung memberikan jalan keluar saat berkunjung menemui konstituen.

Alhasil, lelaki yang selalu tampil rapi ini panen pujian dan dukungan.

Seperti baru-baru ini, bersamaan datangnya musim penghujan, banyak masyarakat Ngawi Timur harus dirawat di puskemas karena terserang penyakit Demam Berdarah (DB), Siswanto bergerak cepat mengunjungi korban. Baik di puskesmas atau di rumah. Ia mengulurkan bantuan.

Mengingat bahaya virus DB tersebut, maka Siswanto pun memberikan pengertian kepada masyarakat disertai pembagian pupuk Abate.

Pendekatan masyarakat melalui pemberian solusi ini juga dilakukan ketika mengunjungi masyarakat home industri.

Siswanto mengajak petugas bank bagian AO (Account Officer) dan tenaga ahli marketing online. Dari hasil percakapan disimpulkan perlunya modal dan pemasaran produk secara online.

Bagi pengusaha UKM yang membutuhkan modal maka difasilitasi dengan penjelasan dari petugas AO bank. Sedangkan pemasaran difasilitasi oleh hadirnya tenaga ahli marketing online.

“Pengusaha harus jeli melihat masa depan. Sekarang jamannya online. Sekecil apapun produk, tetapi kalau itu mutunya bagus dan dipasarkan via online, maka prospeknya akan baik”, ujar Siswanto.

Di masyarakat pedesaan Siswanto membeberkan rahasia cara memperoleh bantuan pemerintah. Baik bentuk pavingisasi jalan, pembangunan sarana desa, atau lainnya. Ia mengetahui hal itu karena pernah menjadi Sekda sehingga mudah baginya untuk memfasilitasi.

Siswanto adalah caleg potensial. Kehadirannya di Dapil I menjadi ancaman bagi kompetitornya.

Sejak dinobatkan sebagai caleg Nasdem untuk Pileg 2019, maka mulai Juli 2018 ia langsung bergerilya menemui konstituen. Masyarakat di 57 desa dan 5 kecamatan telah berhasil disowani, disapa, dan menjadi pendukung.

Keadaan ini membuat caleg lain sebagai kompetitor kalang kabut karena yang sudah didekati Siswanto tidak mau didekati caleg lain.

Persoalannya caleg incumbent atau caleg lain masih berkutat dengan kampanye model janji.(kar)

Editor :A Adib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini