oleh

Survei INES: Elektabilitas Prabowo Lampaui Rivalnya

Jakartadetakpos-Pemilu 2019 tinggal 14 bulan lagi. Survei Indonesia Network Election Survei (INES), menyimpulkan Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK), selama tiga tahun sudah dapat dinilai oleh masyarakat kinerja pemerintahan ini.

INES pun mengukur respons masyarakat terkait kinerja Jokowi-JK dan pengaruhnya terhadap Pemilu 2019.

Direktur INES Sutisna mengatakan, salah satu tools yang paling tepat untuk mengukur respons masyarakat dari stimulus sosial yang terjadi adalah dengan survei opini masyarakat secara terbuka dan tertutup.  

INES melakukan survei  terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-JK yang sudah tiga tahun berjalan dan mengukur respon masyarakat terhadap terhadap parpol dan tokoh yang berpotensi maju sebagai capres 2019, melibatkan 2.450 responden tersebar di 33 provinsi dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error -/+ 1.98% yang dilaksanakan pada 15-25 Februari 2018.

Bahwa dalam pandangan responden kinerja pemerintahan Jokowo-JK belum mampu menaikkan tarap kehidupan masyarakat ke arah lebih baik. Bahkan dalam beberapa aspek di bidang ekonomi dianggap gagal.

Hal ini bisa dilihat semakin menurunnya daya beli masyarakat. Trend daya beli masyarakat turun ini bukan hanya terjadi di kota besar ditandai tutupnya beberapa pusat belanja masyarakat.

”Tapi juga dirasakan sampai ke desa-desa, pasar-pasar tradisional mengalami penurunan pembeli hingga 50%,”tutur Sutisna, Sabtu (3/3).Di sisi lain sulitnya mendapatkan pekerjaan layak dan bermartabat juga sulit ditemukan oleh sebagian besar responden. Pada bagian lain tekanan kenaikan  TDL listrik, BBM dan “tekanan” masyarakat membayar pajak semakin menyulitkan, sehingga perlu bersiasat menutupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Proyek-proyek infrastruktur juga tidak kunjung membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Di satu sisi masyrakat sangat setuju dengan proyek-proyek ini tapi di sisi lain masyarakat mengeluhkan karena tak ada imbas langsung terhadap kehidupan mereka.

Apalagi masyarakat menyaksikan sendiri buruknya kualitas infrastruktur yang dibangun di era Jokowi ini. Hal itu terbukti dengan banyak yang rusak atau robohnya infrastruktur yang sudah dibuat maupun yang masih dalam proses penyelesainan. Masyarakat juga tidak puas dengan kinerja Jokowi-JK dalam pemberantasn korupsi.

Hal ini ditandai banyak kasus OTT oleh KPK selama pemerintahan Joko Widodo.Artinya Joko Widodo gagal melakukan revolusi mental pejabat negara  untuk tidak melakukan korupsi dan masyarakat menilai proses pemberantasan korupsi ini tidak menyasar kepada kasus-kasus besar yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.

Ditambah semakin banyaknya pejabat publik yang tertangkap tangan oleh KPK,  masyarakat memandang pemerintahan Jokowi-JK tidak mampu mentertibkan anak buahnya.   Akan tetapi di sisi lain masyarakat merasa terjamin dengan ketertiban dan keamanan di masa pemerintahan Jokowi-JK ini.

Di mana tidak terjadi huru-hara di tengah masyarakat walaupun ada berbagai potensi politik yang mengarah kesana, seperti Pilkada Serentak ataupun demontrasi-demontrasi dengan jumlah massa yang besar.

Karena kinerja pemerintah seperti itu membuat masyarakat berpaling kepada Prabowo Subianto dan partai Gerindra. Hal tersebut bisa dilihat dari hasil survei, di mana elektabilitas Prabowo jauh mengalahkan Jokowi dan pesaing-pesaing lainnya.

Tingkat kepercayaan publik kepada Prabowo semakin meningkat seiring sikap dan posisi Prabowo yang menunjukan kenegarawanan dalam berbagai isu yang berkembang belakangan ini.serta pengaruh keadaan ekonomi masyarakat yang semakin sulit di era Joko Widodo.(d2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini