oleh

Timses Sering Gulirkan Nama Nama Calon Menteri

JakartaDetakpos-Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando EMAS mencermati setiap ada indikasi Presiden akan melalukan perombakan (reshufle) kabinet selalu muncul dan beredar nama-nama yang akan mengisi susunan kabinet.

Hal itu diungkapkan Fernando menanggapi beredarnya susunan kabinet secara berantai di WAG tentang bocoran susunan Kabinet Reshuffle I Presiden Joko Widodo-Wapres KH Ma’arif Amin.

Nama baru yang beredar di antaranya Hasto Kristiyanto, Basuki Tjahya Purnama alias Ahok dan Agus Herimurti Yudhoyono (AHY) dan Budi Gunawan yang bakal masuk dalam reshuffle kabinet.

“Saya melihat ini dimunculkan oleh tim sukses yang ingin menduduki calon menteri,”ungkap pengamat politik Fisip Untag ’45 Jakarta, Rabu ,(1/7/2020).

Terlepas itu benar atau tidak, bahkan Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono menyebut bocoran susunan kabinet itu bohong (hoax), Fernando menyatakan, sudah tepat kalau Presiden Jokowi akan melakukan perombakan kabinet dalam waktu dekat.

“Apalagi belakangan ini para relawan Jokowi menyoroti beberapa kinerja menteri dan KSP,”lanjut Fernando.

Dikatakan, kalau pun ada perombakan kabinet dalam waktu dekat Budi Gunawan kemungkinan diprediksi akan masuk.

“Budi Gunawan sejak awal pemerintahan Jokowi-Amin memang sudah didorong untuk menduduki kursi salah satu menteri,”tutur dia.

Soal Hasto Kristiyanto
yang disebut sebut bakal masuk di Kabinet hasil reshuffle, “Saya yakin tidak akan mau menduduki kursi salah satu menteri pada saat sekarang ini karena posisinya sebagai Sekjen PDI Perjuangan.”

“Beliau sudah berulang kali menolak menjadi menteri sejak periode pertama Jokowi karena ingin konsentrasi mengurus partai,”paparnya.

Namun jika bersedia, Hasto yang saat ini menjabat sebagai Kepala BKKBN layak menduduki Menteri Kesehatan. “Beliau berhasil memimpin Kulonprogo, DIY selama dua periode.

Adapun AHY yang saat ini menjadi Ketua Umum Partai Demokrat diakui memang layak dipertimbangkan untuk menduduki salah satu menteri.

Sementara Yasona, kata Fernando, memang layak diganti karena beberapa kebijakannya kurang tepat dan sempat membuat kegaduhan pada awal pemerintahan Jokowi yang kedua.

Sementara itu, kata Fernando, Terawan sebagai menteri yang seharusnya paling berperan menangani Covid-19 dianggap gagal dan diindikasikan salah satu yang ditegur oleh Jokowi pada saat rapat kabinet.

“Moeldoko dan Erick Tohir menjadi sorotan para relawan pendukung Jokowi-Amin. Kedua lembaga tersebut yang dianggap sebagai wadah untuk mengakomodasi para relawan dianggap kurang adil menempatkan para relawan,”tambah dia.

Kementerian BUMN, menurut Fernando, memang tepat kalau akan diisi oleh Basuki Tjahaja Purnama (BTP), karena memang dia berhasil menata Jakarta dan menegemen pemerintahan di DKI.

“Perombakan kabinet oleh Jokowi harus dilakukan untuk kepentingan pembangunan Negara,”tegas Fernando.

Posisi Menteri Bidang Perekonomian tentunya yang harus menjadi perhatian utama dari Jokowi.

“Unsur dari kalangan partai politik dan relawan tetap harus dipilih orang-orang yang memang memiliki kompetensi sehingga tidak hanya sekadar mengakomodir,”tuturnya.(d/2).

Editor:A Adib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini