Jakarta–Detakpis.com-Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando EMas menyatakan, usulan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, mengundurkan Pemilu serentak 2024 dinilai usulan “ngawur”, tidak memiliki dasar.
Bahkan, pengamat politik Untag ’45 Jakarta ini menilai usulan Cak imin, sapaan Wakil Ketua DPR RI, yang sudah mendeklarasikan menjadi capres itu merasa pesimistis lantaran elektabilitasnya yang rendah.
Hal itu disampaikan Fernando Kamis,( 24,/2/2022), menanggap usulan Cak IminĀ agarĀ Pemilu 2024 ditunda antara satu hingga dua tahun.
Usulan tersebut ia sampaikan karena ekonomi masyarakat menurut dia belum sepenuhnya pulih akibat pandemi Covid-19. Menurut dia, pelaksanaan Pemilu yang rencananya akan digelar pada Februari 2024 itu juga berpotensi menimbulkan konflik karena pandemi.
Fernando menegaskan usulan Cak Imin agar Pemilu 2024 ditunda sangat tidak memiliki dasar yang kuat sehingga terkesan usulan yang “ngawur”.
Ada apa dibalik usulan Cak Imin tersebut? “Mungkin saja karena Cak Imin pesimis mengenai peluangnya untuk menjadi capres atau cawapres pada pilpres apabila dilaksanakan pada 2024,”tutur Fernando.
Menurutnya, Harapan Cak ini dengan pemilu diundur akan mampu meningkatkan elektabilitasnya. Namun saya yakin,” Cak Imin sangat sulit dinaikkan elektabilitasnya sehingga tetap peluangnya akan sama,”tambah dia..
Apalagi, lanjut dia, banyak pihak, mungkin termasuk NU juga tidak setuju dengan usulan Cak Imin tentang penundaan pemilu yang akhirnya semakin membuat tidak simpatik dan tidak mendukung.(d/2).
Editor: A Adib






