oleh

Warga NU dan Umat Islam Jatim Diminta Ikut Jaga Hasil Pilpres 2019

SurabayaDetakpos
Pasca pemungutan suara Pemilu serentak 2019, Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur, menyampaikan imbauan dan pesan kebangsaan agar warga NU dan umat Islam di provinsi ini senantiasa hadir menjaga, menyatukan potensi konflik masyarakat dan berkoordinasi dengan pihak KPU, Bawaslu, Polri dan TNI dalam rangka membantu mengawal pemungutan suara dan hasil penghitungan suara yang luber, jurdil, aman dan demokratis.

Demikian pernyataan PWNU Jatim Surabaya,
yang disampaikan
Rais KH Anwar Manshur, Katib Drs.KH.Syafrudin Syarif, Ketua KH.Marzuki Mustamar,M.Ag dan
Sekretaris Prof.Akh.Muzakki, Ph.D, di Surabaya, Kamis (18/4).

Kepada seluruh warga untuk memperkuat integritas sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai luhur dari Rasulullah.

“Bukan umat Islam yang ideal bila kita tidak membangun perdamaian. Nabi bersabda: “Sesungguhnya aku (Nabi) tak diutus kecuali untuk menyempurnakan akhlak.”

Kepada masyarakat di seluruh Tanah Air agar meningkatkan persaudaraan antar-sesama anak bangsa.

Perbedaan pilihan politik tidak seharusnya membuat masyarakat terpecah belah. “Mari kita bangun persaudaraan ukhuwah watahaniyah, persaudaraan kebangsaan.”

Kepada seluruh aparat keamanan juga diminta semakin meningkatkan upaya menjaga keamanan bangsa dan negara serta ketertiban masyarakat dan sekaligus bertindak tegas terhadap setiap potensi sosial politik pascapemungutan suara Pemilu 17 April 2019 yang mengarah kepada disharmoni dan disintegrasi bangsa

Juga kepada para kostestan, tim sukses, pendukung, simpatisan, tokoh-tokoh politik, tokoh-tokoh agama dan seluruh warga negara, serta aparat keamanan (TNI/Polri) agar bahu-membahu menciptakan suasana politik yang damai, tidak memprovokasi rakyat dengan berita hoaks dan ujaran kebencian, dan menerima hasil pemilu dengan legowo.

“Jika merasa keberatan terhadap hasil pemilu, menggunakan prosedur dan mekanisme konstitusi yang tersedia, sebagaimana ketentuan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.”

Pemilu adalah ‘pesta’ demokrasi yang selayaknya dirayakan dengan jiwa yang damai, dengan semangat persaudaraan bukan permusuhan.

Kepada seluruh peserta pemilu dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya untuk menerima hasil Pemilu 17 April 2019 ini dengan lapang dada penuh rasa tanggung jawab pada harmoni kebangsaan atas nama satu bangsa Indonesia, sembari menunggu hasil Proses penghitungan resmi secara nasional pada 22 Mei 2019.

Kepada pihak-pihak yang terkait langsung dengan penyelenggaraan dan pengawasan Pemilu agar mengawal seluruh proses akhir dari rangkaian Pemilu 2019 ini dengan penuh ketelitian dan kewaspadaan demi tercapainya kualitas pelaksanaan dan terjaminnya hasil.

Kepada seluruh komponen yang memegang kuasa sosial maupun politik, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama hingga tokoh partai politik, untuk memperkuat edukasi politik kepada warga bangsa dengan tidak menebar ujaran dan praktik yang berujung pada disharmoni dan disintegrasi bangsa.

Sumber: PWNU Jatim

Editor : A Adib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini