oleh

Perlu Melek Teknologi di Tengah Pandemi Covid-19

Jakarta-Detakpos– Bekerja dari rumah dan di mana saja pasti melekat pada sistem kerja media kreatif atau start-up digital. Sektor bisnis mereka lebih dinamis, sangat fleksibel, dan menggunakan akses digital.

Nyatanya, para pekerja yang bisa bekerja di mana saja, kapan saja, akan membuat mereka lebih berkembang. Bayangkan jika mereka harus terkurung dalam bilik ruangan kantor yang itu-itu saja, pasti akan terasa ‘mumet’, ide tidak bisa mengalir.

Bagi generasi milenial yang menjunjung tinggi kebebasan, tentunya lebih tertarik dengan sistem bekerja di mana saja. Toh, semua data sudah disimpan secara digital, sehingga siapa saja bisa mengakses tanpa perlu datang ke kantor.

Sistem ini mulai dilirik oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas yang mulai banyak kaum milenial di lembaga itu.

Para Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian PPN/Bappenas pun mencetuskan sistem kerja Integrated Digital Work (IDW) dan juga Flexi Work.

Sebenarnya apa sih yang sedang diterapkan oleh Bappenas? Para ASN Bappenas akan ngantor dimulai dengan mengakses flexiwork.bappenas.go.id, absen clock-in, mengerjakan serangkaian rapat virtual, berkoordinasi dengan atasan dan rekan kerja melalui pesan aplikasi, bahkan bisa menunggah hasil pekerjaan melalui aplikasi cloud. Dari namanya yang menggunakana kata digital, Bappenas tengah mengajak ASN-nya untuk melek teknologi.

IDW adalah sarana atau fasilitas virtual untuk memantau progres kinerja Kementerian PPN/Bappenas dan program pembangunan nasional terintegrasi, sementara fleksi work mengacu pada bekerja secara fleksibel baik dari segi waktu dan tempat.

Menteri Suharso Monoarfa membuat gebrakan baru ASN di lingkungan kerjanya, bahwa definisi ‘ngantor’ seakan tak bisa dipisahkan dengan ‘online’. IDW dan fleksiwork melambangkan kondisi dunia saat ini yang memasuki era komunikasi tanpa batas. Seperti pengabdian para ASN yang seharusnya tanpa batas.

Kementerian PPN/Bappenas sudah menjalankannya sistem ini sejak tahun lalu. Hasilnya produk perencanaan pembangunan semakin berkualitas karena kerja sama yang semakin kuat antara para perencana. Sharing knowledge pun menjadi lebih mudah. Sudah ada 64 ribu aktivitas dan 1,
000 lebih assignments yang juga sudah diselesaikan di lingkungan Kementerian PPN/Bappenas setelah menerapkan sistem IDW dan Flexi Work.(d/2).

Editor: A Adib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini