oleh

Bojonegoro Miliki Wisata Edukasi Pramugari “Kampung Tumo”

BojonegoroDetakpos – Satu lagi objek wisata buatan hadir di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yaitu “Kampung Tumo” di Dusun Tumo, Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan.

Meskipun tergolong baru, akan tetapi Kampung Tumo yang lokasinya di tengah-tengah persawahan, dan jajaran pohon jati sudah mampu memikat warga dari berbagai daerah di Tanah Air untuk belajar dalam jasa pelayanan sebagai pramugari dan perhotelan.

Penggagas Kampung Tumo Bojonegoro Priyo Martono (36), kepada detakpos di Bojonegoro, Kamis (12/7), menyebutkan ada 25 peserta pelatihan di Kampung Tumo yang datang dari luar kota, antara lain, Maluku, Kupang, Toraja, Jakarta, Bandung, juga kota lainnya.

Peserta pelatihan di Kampung Tumo memperoleh materi pelajaran Bahasa Inggris, kepribadian, dan penampilan, untuk dipersiapkan bekerja di bidang pelayanan, mulai menjadi pramugrari juga bekerja di perhotelan.

“Mereka mulai menjalani pelatihan sejak dua pekan lalu. Pelatihan akan berlangsung tiga bulan. Bagi warga Bojonegoro sebenarnya gratis, tapi hanya ada empat peserta yang datang,” ujarnya.

Bahkan, lanjut dia, di kampungnya sendiri ada pelajar yang baru lulus, justru tidak bersedia mengikuti pelatihan karena memilih bekerja di pabrik.

“Ya kemungkinan faktornya ekonomi,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan lokasi kawasan Kampung Tumo dengan The Litlle Teksas Wonocolo jika ditempuh dengan kendaraan bermotor hanya sekitar 10 menit.

Kawasan setempat masuk kawasan objek wisata “The Little” Teksas Wonocolo di Kecamatan Kedewan, yang masuk Geopark Nasional hamparan minyak bumi.

Jika dari Kota Bojonegoro, lanjut dia, membutuhkan waktu sekitar 1 jam, sedangkan dari Cepu, Jawa Tengah, hanya sekitar 30 menit.

“Saya berkeingingan menjadikan Kampung Tumo, selain untuk pelatihan juga menjadi tujuan wisatawan termasuk yang datang ke Teksas Wonocolo,” ucapnya.

Di atas tanah seluas 2.998 meter persei yang masuk kawasan Kampung Tumo, sejumlah bangunan. Ia merintis membangun bangunan di atas tanah miliknya sejak September 2017.

“Baru Januari 2018 saya manfatkan untuk kursus Bahasa Inggris kepada siswa SDN, SLTP dan SLTA di Kecamatan Kedewan, Purwosari, juga kecamatan lainnya,” kata dia menjelaskan.

Di Kampung Tumo ada dua instruktur Bahasa Inggris yang didatangkan dari Pare Kediri, yaitu Eddy F dan Devi Kamalia.

Pada awal kursus yang diberikan secara gratis, lanjut dia, peserta kursus berkisar 400-500 pelajar per harinya. Namun, lambat laut jumlah itu menyusut drastis, karena orang tua yang mengantarkan ke lokasi kurus terkendala waktu bekerja dan jarak.

“Saya bertekad mengembangkan Kampung Tumo menjadi kawasan wisata edukasi. Bekerja sama dengan warga akan kami bangun lokasi kamping untuk menginap pengunjung,” ucapnya. (*/d1)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

Detakpos Terkini