Kritik Polri, Itu Bentuk Kasih Sayang Ibu Mega

Jakarta+detakpos.com-Politisi nasional Arief Poyuono menilai kekhawatiran Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri akan banyak polisi seperti Ferdy Sambo itu adalah bentuk kasih sayang seorang Ibu ke Institusi Polri dan Kapolri.

“Bagaikan seorang Ibu pada anak anaknya yang berusaha untuk terus menuju perbaikan dalam kehidupannya,;”kata mantan Wakil Ketua Umum Partai Arief Poyuono dalam rilis Senin (22/5/2023).

Menurut Arief, Megawati Soekarnoputri khawatir banyak anggota Polri seperti mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, yang membunuh anak buahnya sendiri Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabara

Hal ini disampaikan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati saat memberikan sambutan dalam acara Peluncuran Buku dalam Rangka Hari Jadi ke-58 Lemhannas RI Tahun 2023, Sabtu (20/5/2023).

“Polisinya nanti banyak yang jadi Sambo, ya iya lah, saya enggak bisa bayangin, tapi saya enggak bisa ngomong, enggak mungkin dia bunuh anak orang, itu anak orang ngapain dibunuh lho, coba lho, bayangin dia pangkat berapa ya, dua ya, pak Sambo itu pangkatnya dua toh, apa itu ya kalau polisi, Irjen,” kata Megawati dikutip Arief.

MDikatakan Arief, Megawati mengaku kerap mempertanyakan kondisi Korps Bhayangkara ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Saya ngomong sama pak Presiden, pak polisi itu ngapain ini sekarang, saya ngomong sama Kapolri gimana sih kamu caranya, lho gimana sih, saya kan punya hak dong, orang saya kan yang misahin polisi,” ujarnya.

Ketua umum PDIP itu mengatakan susah payah memisahkan Polri dengan TNI saat menjabat presiden.

“Polisi itu saya lho yang memisahkan, jangan lupa lho, Presidwn RI kelima lho, dengan susah payah karena itu TAP MPR. Lha kok sekarang aku dengar si Sambo lah, si sopo meneh iku,” katanya

Jadi, lanjut Arief, Kasih sayang Ibu Mega pada Polri bisa dijadikan masukan yang berharga bagi Institusi Polri untuk terus berbenah, apalagi saat ini Institusi ini di era Kapolri Listyo Sigit makin dipercaya oleh masyarakat dan masyrakat yang sangat puas dengan kinerja Polri dalam memperbaiki internalnya dan melayani masyarakat

Menurut Arief, hal ini tergambkar dari hasil survei Indikator di mana tingkat kepercayaan terhadap lembaga, salah satunya Polri, pada periode Februari-Maret 2023. Hasilnya, tingkat kepercayaan ke Polri meningkat dan berada di angka 70,8 persen.
Survei terkait tingkat kepercayaan terhadap lembaga dilakukan pada 9-16 Februari 2023 dengan jumlah sampel 1.220 orang. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.

Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error/MoE) sekitar ±2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Apalagi sudah dibuktikan oleh Institusi Polri banyak kasus kasus yang melibatkan pentinggi Polri seperti kasus Ferdy Sambo dan Teddy Minahasa, yang dibuka secara gamblang dan diproses secara hukum oleh Institusi Polri tanpa ada perlindungan dari Institusi. artinya Kapolri benar benar menerapkan Presisi untuk memperbaiki kinerja Polri.(d/2)

Editor: AAdib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *