Pascagempa M6,2 Sulbar, 4 Helikopter Distribusikan Bantuan Ke Desa Terisolasi

JakartaDetakpos.com– BNPB mengerahkan empat helikopter untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan ke desa-desa yang terisolir pascagempa M6,2 di wilayah Sulawesi Barat (Sulbar). Helikopter mendistribusikan sejumlah bantuan ke desa-desa yang sulit dijangkau transportasi darat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan 4 jenis helikopter Eurocopter tipe EC130B4 dan EC155, Mi-8 dan Chinook selama operasi penanganan darurat gempa M6,2. Pada hari ini, Rabu (27/1) tiga helikopter mendistribusikan bantuan logistic ke beberapa desa di sejumlah kecamatan, sedangkan helikopter Chinook tampak menurunkan logistik bantuan ke gudang TNI AU di Bandar Udara Tampa Padang.

Tiga helikopter mendistribusikan bantuan di wilayah Desa Kampung Baru, Kopeang dan Bela (Kecamatan Tapalang), Desa Popenga Atas (Ulumanda), Desa Lemo-lemo (Pangale), Desa Salogota (Budong-budong) dan Desa Pangasahan (Tapalang Barat).

Sedangkan jenis bantuan yang diberikan beragam, seperti beras, mie instan, air mineral, masker dan perlengkapan bayi. Bantuan tersebut berasal dari Lembaga dan para donatur yang terkonsentrasikan di gudang yang dikoordinasikan oleh TNI AU.

Sejak awal pascagempa BNPB mendukung pos komando penanganan darurat, salah satunya pengerahan helikopter. Pengaturan pesawat dan helikopter didukung TNI AU yang bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, BMKG dan operator helikopter BNPB.

Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Dody Ruswandi pengerahan helikopter sangat efektif dalam menjangkau warga desa yang sulit dijangkau.

“Dengan pengerahan helikopter, warga desa-desa di wilayah terisolir sudah dapat mengakses bantuan. Operasi udara ini merupakan sinergitas semua pihak, khususnya TNI,” ujar Dody melalui pesan digital, pada Rabu (27/1).

Dody menambahkan untuk mendukung operasi udara, BNPB sempat mengerahkan helikopter Super Puma yang menggantikan dua helikopter yang melakukan perawatan rutin pada Minggu lalu (24/1). Pada saat itu, pengerahan helikopter sangat penting karena banyak warga membutuhkan bantuan.

Sehari sebelumnya (26/1), sebanyak 15 sorti dilakukan tiga helikopter BNPB untuk mendistribusikan bantuan kepada warga di beberapa desa. Pesawat jenis PK URR melakukan 6 sorti menuju ke Desa Popenga, Popenga Atas, Kalobang, Kopeang dan Kampung Baru. Helikopter jenis RA-24699 melakukan 4 sorti ke Desa Kalobang, Lemo-lemo, Kabiraan dan Kampung Baru. Sedangkan helikopter jenis PK-TPF melakukan 5 sorti dengan pengiriman bantuan ke Desa Kopeang, Paku, Kabiraan, Kalobang dan Popenga.

Data sementara hingga 27 Januari 2021, operasi udara mengoptimakan pengiriman dan pendistribusian bantuan logistik untuk penanganan darurat bencana gempa M6,2 Sulbar. Total barang masuk dengan pesawat dan helikopter sebanyak 304.944 kg, sedangkan barang keluar yang telah difasilitasi dengan beberapa helikopter berjumlah 111.900 kg. Operasi Udara ini merupakan sinergitas semua pihak, terutama kerjasama yang baik antara BNPB dan TNI AU. Demikian Dr. Raditya JatiKepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.(d/2).

Editor: A Adib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *