oleh

Puluhan Pedagang Atribut Merah Putih Serbu Bojonegoro

BojonegoroDetakpos – Puluhan pedagang atribut merah putih dari berbagai daerah Jawa Barat, menyerbu Bojonegoro, Jawa Timur, namun pemerintah kabupaten (pemkab) setempat tidak mengenakan retribusi karena para pedagang atribut itu merupakan pedagang musiman.

Dari keterangan yang diperoleh datakpos di Bojonegoro, Sabtu (3/7) menyebutkan pedagang atribut merah putih mulai bendera, umbul-umbul, banyak berdatangan dari Tasikmalaya, Jawa Barat, menjelang HUT RI 17 Agustus 2019.

Sebab, produksi atribut merah putih berbagai ukuran yang dijual para pedagang merupakan merupakan produksi Tasikmalaya.

“Saya bersama dengan 11 teman pedagang atribut merah putih datang ke Bojonegoro dan sekitarnya sejak Juli,” kata seorang pedagang atribut asal Tasikmalaya Rudi.

Para pedagang asal Tasikmalaya itu, tidak hanya merambah wilayah perkotaan, dengan memasang lapak, tapi juga di Kecamatan Kalitidu, Padangan, Ngasem, bahkan di Blora, Jawa Tengah.

“Hari ini yang banyak laku itu bendera ukuran kecil untuk dipasang di rumah. Dan ada juga yang pesan rumbai merah putih untuk dipasang di kantor,” ucap Rudi seraya menambahkan harga rumbai merah putih yang ada logo Pancasila bisa terjual berkisar Rp400 ribu-Rp500 ribu/lembar.

Ditanya pendapatannya, ia tidak menyebutkan secara pasti, tapi bisa mencapai ratusan ribu rupiah, hingga jutaan rupiah per harinya.

“Kalau pas sepi pendapatan bisa Rp200 ribu per hari,” ucapnya.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Pemerintah Kabupeten (Pemkab) Bojonegoro Herry Sudjarwo menyatkaan pemkab tidak pernah mengenakan retribusi kepada para pedagang yang datang dari luar daerah, karena mereka merupakan pedagang musiman.

“Di dalam ketentuan pedagang musiman tidak dikenai retribusi,” ucapnya. (*)

Sumber : Wahyu Setiawan
Editor : Redaksi/Agus S

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini