Maulid dan Spirit Rahmatan Lil Alamin

Oleh: A Adib Hambali *

SEMARAK peringatan Maulid Nabi  Muhammad SAW pada Tahun 1445 H/2023 M menggema di mana mana sebagai ekspresi kecintaan umat Islam pada Rasululloh yang diutus untuk menyempurnakan ahlakul karimah dan menyampaikan Islam sebagai agama rahmatan lil alamin.

Di tengah kegembiraan ini alangkah baiknya umat Islam sejenak melakukan renungan, apakah kegembiraan kita ini sudah disertai ketaatan pada ajaran Rasululloh SAW. Marilah kita menyimak realitas kehidupan umat beragama akhir akhir ini di mana masyarakat dunia mulai makin tidak religius.

Survei dari Ipsos Global Religion tahun 2023 terhadap 19.731 orang dari 26 negara di dunia menunjukkan 29 persen menyatakan mereka agnostik dan ateis.
Demikian Presiden Jokowi saat membuka ASEAN Intercultural and Interreligious Dialogue Conference (IIDC). di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, Senin 7 Agustus 2023.(detakpos.com, 7/7/2023).

Menurut Global Peace Index 2023, konflik global pun makin marak. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya negara yang terlibat konflik dari 58 negara pada 2008 menjadi 91 negara pada saat ini.

Angka kematian akibat konflik global pun meningkat menjadi 238 ribu jiwa dan dampak kerugian ekonomi naik 17 persen menjadi 17,5 triliun US dolar, setara dengan 13 persen dari GDP global. Selain itu, jumlah kekerasan fisik atas nama agama dan kepercayaan juga makin meningkat berdasarkan data Pew Research Center.

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf juga merisaukan fenomen saat ini agama tidak lagi menduduki posisi sentral dalam konsolidasi politik global. Berbeda dengan di masa lalu, ketika mau melakukan konsolidasi politik semuanya berdasarkan agama.

Saat ini yang kita lihat dan alami adalah pertarungan nilai-nilai untuk konsolidasi tersebut. Dan pertarungan nilai-nilai itu saling bersaing di level gerakan sosial untuk mempromosikan nilai gagasan masing-masing.
“Tetapi yang memiliki pengaruh  adalah gagasan-gagasan atau nilai-nilai yang bersumber dari luar agama” ujar Gus Yahya saat membuka acara sosialisasi menuju ASEAN Intercultural and Interreligious Dialogue Conference (IIDC), di Surabaya, Kamis (15/6/2023).

Pertanyaannya, di mana kedudukan agama di dalam konstruksi tersebut?Apakah agama punya nilai yang layak? Sejatinya, agama sangat memiliki nilai tersebut. Namun pemeluk agama masih disibukkan dengan konflik,  baik antar agama atau kelompok berbeda dalam lingkup satu agama.

Sebagian besar konflik masih berkaitan dengan agama. Itu terbukti dari 34 titik di dunia di mana PBB mengirimkan tentara perdamaian, 26 konfliknya adalah konflik agama.

“Saya sebagai Muslim atau pemeluk agama tidak terima bila agama hanya berperan di bagian pinggir, bukan di tempat yang utama atau sentral,” ujar Gus Yahya.

Kalau agama ingin lebih berperan, maka harus mampu memecahkan masalah di antara mereka sendiri.”Kalau Sunni dan Syi’ah bertempur terus, siapa yang percaya umat Islam itu memperjuangkan perdamaian,” kata Gus Yahya.

Kebahagiaan Warga

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Maret 2023 merilis tentang  cara mengukur kemajuan sebuah negara. Dalam laporan publikasi itu, sebuah negara dikatakan maju tak lagi hanya di bidang ekonomi dan kemakmuran. tapi paling penting adalah kebahagiaan warga suatu negara. .

Sejak 2012, PBB melalui Sustainable Development Solution Network mempublikasikan indeks yang disebut World Happiness Index yang disusun oleh para ahli ekonomi, politik, public policy, dan psikologi.

Berbagai dimensi ekonomi, politik, psikologi menjadi bagian World Happiness Index. Tak hanya soal kemakmuran ekonomi dan pemerintahan yang bersih, tapi kepercayaan masyarakat (social trust) dan keakraban warga negara menjadi komponen perhitungan. Puncak kemajuan harus tetap terlihat dari kebahagiaan manusia di negara itu.
Berdasarkan World Happiness Index, pada 2023, negara ranking pertama yang dianggap paling tinggi indeks kebahagiaan warga negaranya adalah Finlandia, di mana sudah menempatinya selama enam kali berturut- turut.

Selain itu, 10 negara yang paling maju tersebut didominasi oleh negara Skandinavia dan Eropa Barat, di antaranya Denmark, Swedia, Norwegia, Swiss, dan Belanda.
Berdasarkan World Happiness Index, Indonesia hanya di ranking 80, India 136, Thailand 53, dan Brazil 34.
“Di negara yang menganggap agama minta ampun pentingnya, tapi justru tak mampu membuat warga negaranya paling bahagia, pemerintahan yang bersih dan sebagainya. Bagaimana kita menjelaskan fenomena itu? Mengapa di era ini agama tak lagi menjadi variabel yang membuat warga negaranya makmur, maju, dan bahagia? Apa yang salah?,”. Demilian tulis pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA.

Dengan menyelami data tersebut, maka akan membuka mata mengenai realitas agama dalam praktiknya di abad 21.
Ada dua faktor yang bekerja saat ini yang menjadi penyebabnya. Pertama, berubahnya driving force peradaban.

Suka atau tidak, inilah realitas yang ada. Driving force peradaban utama sudah tak lagi di tangan hidup umat beragama,.
Kedua, agama meredup sebagai kekuatan akhlak. Akibatnya, riuh rendah ritus agama tidak berlanjut pada perilaku sosial yang sesuai.

Semakin terlihat ada kesenjangan antara ajaran agama dan peradaban yang dihasilkan, ada jurang menganga antara keriuhan ritus agama dengan perilaku sosial penganutnya.

Contoh lagi data yang dirilis KPK pada 2011, di mana Kementerian Agama justru menjadi lembaga negara paling korup. Kementerian yang tugasnya mengelola agama, justru paling tidak menjalankan perintah agama.

Kehangatan rahmatan lil alamin dan ahlakul karimah adalah sesuatu yang eksistensial yang perlu untuk dihayati batin manusia. Karena itu, harta yang terpendam dalam samudera agama tetap berharga untuk terus digali.

Di masa awal kelahirannya, Nabi Muhammad.SAW, banyak dijelaskan tentang ayat dan hadis yang menyatakan Nabi diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia..

Hingar bingar peringatan maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini perlu dijadikan momentum membangkitkan kembali kekuatan cinta yang ada pada agama. Kita arahkan untuk mengembalikan agama akhlak, agama compassion dan rahmatan lil alamin. (*)

*Redaktur senior detakpos. com

,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *