oleh

Khofifah Bagi Bagi Tugas dengan Emil

SurabayaDetakpos–Visi misi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk mewujudkan masyarakat adil, sejahtera, unggul dan berakhlak dengan tata kelola pemerintahan partisipatoris inklusif melalui kerja bersama dan semangat gotong royong telah dibacakan di hadapan rapat Paripurna
DPRD Jatim.

Rapat perdana ini  tentang penyampaian visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2019-2024, Senin (18/2).

Gubernur berbagi tugas dengan Wakil Gubernur Emil Elistianto Dardak.

Visi misi dijabarkan menjadi Nawa Bhakti Satya sudah dilakukan pembicaraan dan koordinasi draf pelaksanaan teknokratif Pemprov akan menggunakan istilah CETAR (Cepat, Efisien, Transparan, Taggap, dan Responsif).

Koordinasi fokus  sesuai rencana percepatan pembangunan yang sudah disepakati dirinya dengan Emil, juga dilakukan bertahap. Misalnya, visi misi adil dan sejahtera akan difokuskan pada keadilan akses koneksitas wilayah selatan, pesisir dan kepulauan.

“Pak Emil sebagai wagub salah satu tugas utamanya adalah melakukan percepatan pembangunan di wilayah Jatim bagian Selatan,” kata Khofifah.

Kemudian pendekatan pembangunan Jatim ke depan, lanjut Khofifah, akan berbasis kewilayahan. Seperti rumpun kawasan Arek, Madura, Pantura, Mataraman dan Tapal Kuda yang memiliki karakteristik sendiri-sendiri, sehingga keadilan akses dan layanan di masing-masing wilayah bisa terpenuhi.

“Karena itu tugas dan kewenangan Baperwil (Bakorwil) akan diperkuat untuk membantu dan memperkuat layanan industri kecil menengah (IKM) dan usaha mikro kecill menengah (UMKM) yang butuh izin ke POM bisa lebih cepat dan terukur sehingga tidak harus ke Surabaya tapi bisa dilayani di Baperwil,” beber mantan Mensos ini.

Ditambahkan Khofifah, Wagub  Emil juga akan mengkoordinasikan program Millenial Job Center, sehingga Baperwil akan menjadi centra dari identifikasi dari Millenial Job Center.

“Saya akan berbagi tugas, Pak Emil langsung turun ke Baperwil Bojonegoro dan saya akan ke Baperwil Pamekasan,” bebernya.

“Saya juga ingin menyampaikan, rapat koordinasi di daerah akan berkantor di Baperwil dan ini sudah saya koordinasikan dengan Sekdaprov Jatim, supaya Baperwil itu menjadi ruh dari perwakilan Pemprov di area-area yang memiliki keserumpunan,” beber Gubernur Khofifah.

Ia mencontohkan, di Baperwil Pamekasan akan menyampaikan berapa sebetulnya Bos Madin di Madura, lalu dirinci lagi di Sampang, Pamekasan, Bangkalan maupun Sumenep.

Sedangkan Pak Emil juga menanyakan hal serupa di Baperwil Bojonegoro ditambah persoalan GTT/PTT.

Masalah Kistas, kata Khofifah juga banyak dipertayakan masyarakat Bojonegoro khususnya menyangkut SPP SMA/SMK gratis yang akan diberikan Pemprov Jatim.

Namun SMA/SMK antara negeri dan swasta indeknya tidak sama. “Misalnya SMA/SMK di Surabaya rata-rata SPP-nya Rp 200 ribu dan SK Gubernur dapat membantu Rp 150 ribu, maka kekurangannya akan ditaggung wali murid sehingga mereka cuma membayar Rp 50 ribu saja,” jelasnya.

Sementara untuk bantuan seragam gratis hanya diberikan kepada siswa baru SMA/SMK yang akan dimulai pada Juli 2019.

“Kita akan koordinasi dengan Pak Emil dan Dinas Pendidikan, apakah dimungkinkan setelah diserahkan ada beberapa sekolah yang tak membutuhkan seragam itu sehingga bisa diserahkan ke sekolah lain yang disepakati dengan cara membentuk sister school,” jelas Khofifah.

Sumber: Sabdanews

Editor: A Adib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini