oleh

Suyoto Layak Ditampilkan USAID Masuk Pahlawan HAM

Bojonegoro – Detakpos – Penulis Spesialis Komunikasi Hak Asasi Manusia dan Pemerintahan USAID “Center of Exellence” Demokrasi Jessica Benton Cooney, layak memasukkan Bupati Bojonegoro Suyoto, sebagai salah satu pahlawan HAM kelas dunia.

“Kang Yoto (Suyoto) layak ditampilkan. Ia (Suyoto) adalah figur yang unik dan luar biasa.Sudah sepatutnya Beliau mendapatkan penghargaan,” kata Kepala Puslitbang LPPM Universitas Pembangunan Nasional Veteran (UPNV) Yogyakarta, Dr. Sri Suryaningsum, di Yogyakarta, saat dihubungi tim detakpos dari Bojonegoro, Kamis (2/2).

Di dalam memimpin Bojonegoro, menurut dia, Suyoto dengan kepribadiannya yang lembut anti kekerasan, sekaligus hangat, ramah dan santun mampu mengayomi semua pihak.

“Pribadi ini (Suyoto) sangat dibutuhkan bagi pembangunan mental masyarakat Indonesia dan dunia,” jelas dia.

Selain itu, lanjut dia, Suyoto juga memiliki kecerdasan dan kegigihan yang baik dalam memperjuangan hak asasi manusia (HAM).

Dengan dibuktikan dalam memimpin, katanya, Suyoto mampu mempraktikkan penerapan HAM di daerahnya.

Dampaknya, menurut dia, warga Bojonegoro sekarang ini lebih peduli dengan HAM dalam kehidupan sehari-hari.

“Ini merupakan pembelajaran bagi kita semua untuk berprestasi bagi dunia. Bojonegoro adalah contoh nyata peradaban Jawa dan merupakan miniatur Indonesia,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Asisten Administrasi Umum Pemkab Bojonegoro Yayan Rohman, yang menyatakan masuknya Bupati Bojonegoro Suyoto dalam tulisan yang ditulis penulis dari USAID merupakan “surprise”.

“Dan tentu menjadi kebanggaan warga masyarakat Bojonegoro khususnya dan Indonesia, katanya menegaskan.

Dengan demikian, lanjut dia, tantangan kedepan bagi Bojonegoro untuk terus mempraktikkan perlindungan HAM dengan baik, di antaranya, memberikan perlindungan kepada kelompok minoritas.

Lainnya, lanjut dia, meningkatkan toleransi antarumat beragama serta keterbukaan dalam pengelolaan anggaran yang sudah mulai dilaksanakan atas kebijakan Bupati Bojonegoro Suyoto.

Yang jelas, menurut dia, tampilnya Bupati Bojonegoro Suyoto menjadi salah satu unggulan terkait HAM sangat layak.

“Selama ini beliau selalu menyuarakan terus baik dilevel nasional maupun international terkait praktek HAM ,praktek pancasila di tingkat lokal dan keterbukaan pemerintahan, keterbukaan informasi publik dan keterbukaan data kontrak,” paparnya.

Di dalam tulisannya Jessica Benton Cooney dengan judul “Best of the Democracy, Human Rights and Gobernance Heroes for 2016, juga mengulas tokoh asal Nepal Charimaya Tamang pejuang yang melawan perdagangan wanita. (https://medium.com/usaid-2030/best-of-the-democracy-human-rights-and-governance-heroes-for-2016-cb7b6029d7b5#.tuv9tjzcw)

Selain itu, juga Karen Cano model asal Paraguay yang memperjuangkan mode dengan model orang cacat, dan Direktur Esekutif Afrika Youth Initiative Victor Ochen yang mempromosikan HAM Advokat dan mempromosikan keadilan dan perdamaian di Uganda.

Satu lagi Kepala Organisasi Masyarakat Sipil asal Tajikistan Takhmina Khaidarova yang memperjuangkan pengidap HIV untuk tetap bertahan hidup.(Tim/detakpos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini