15 Orang Tewas, Korban Gempa Lombok Timur Disantuni

Lombok TimurDetakpos-Menteri Sosial Idrus Marham mengunjungi dua posko pengungsi yang didirikan Kementerian Sosial yakni di Kecamatan Sembalun dan Kantor Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Senin, (30/7). 

Tiba di Posko Induk Kecamatan Sembalun, Mensos bergegas menuju ke Tenda Kesehatan. Sedikitnya ada 20 warga luka-luka dirawat. Seluruhnya adalah perempuan, lansia dan anak-anak. Untuk korban luka berat telah dirujuk ke Rumah Sakit Daerah Selong. 

“Ibu yang sabar dan tawakal ya. Allah sedang memberikan ujian bagi kita semua,” tutur Mensos lirih seraya membetulkan posisi selimut seorang ibu yang terbaring di velbed.

Kepada ibu-ibu di tenda kesehatan itu Menteri menjelaskan kedatangannya adalah mewakili pemerintah untuk melihat langsung bagaimana bantuan untuk warga lainnya disalurkan. 

“Inshaa Allah semua diperhatikan kebutuhannya,” tutur Mensos. 

Perempuan berkerudung hijau itu menitikkan air mata, demikian halnya pengungsi lain. Sejenak suasana hening, Mensos kemudian duduk di samping tempat tidur sambil menenangkan tangis sang ibu. 

“Kepada semua yang ada di sini saya ingin menyampaikan bahwa sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo seluruh masyarakat yang terkena dampak bencana ini harus segera ditolong, beliau menegaskan Negara harus hadir. Dalam pengertian pemerintah akan bertanggung jawab untuk segera memenuhi kebutuhan masyarakat. Bagi yang luka diberi bantuan dan pengobatan ditanggug pemerintah, yang meninggal diberikan santunan kepada ahli waris,” terangnya. 

Idrus mengungkapkan sesuai tugas dan fungsi Kementerian Sosial dalam penanggulangan bencana, pada saat bencana Kemensos memiliki 3 tahapan langkah. 

Pertama, mengerahkan Tagana dan relawan sosial lainnya untuk melakukan evakuasi dan asesmen. 

Kedua, menyalurkan bantuan dan pemenuhan kebutuhan dasar (pangan, sandang, papan) dan penanganan khusus bagi kelompok rentan. 

Ketiga, melakukan advokasi sosial dan layanan dukungan psikososial. 

Menteri Idrus mengatakan untuk tahap awal, bantuan telah disalurkan berupa Paket Lauk Pauk, tenda gulung, matras, paket selimut, family kit, dan food ware. Bantuan ini berasal dari buffer stock atau stok penyangga di Dinas Sosial Provinsi NTB dan Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur. 

“Bantuan berikutnya segera disalurkan bertahap sambil menunggu proses asesmen berjalan. Nanti dari hasil asesmen tersebut kita akan ketahui kebutuhan mendesak pengungsi dan warga terdampak,” katanya. 

Dalam kunjungan ini, Mensos juga menyerahkan santunan kepada ahli waris korban meninggal, bantuan untuk korban luka-luka, meninjau proses penyiapan makanan di Dapur Umum Tagana. 

“Atas nama pemerintah saya menyampaikan duka cita mendalam atas terjadinya musibah yang menimpa Bapak dan Ibu sekalian. Kita semua mendoakan kepada korban meninggal semoga mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, kepada keluarga korban semoga diberikan kekuatan dan keikhlasan, serta kepada korban luka semoga segera pulih,” tutur Mensos dihadapan para pengungsi. 

Hingga Senin pagi jumlah korban meninggal di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara sebanyak empat orang. Korban meninggal di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur sebanyak dua orang dan di Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur sebanyak sembilan orang. 

“Jadi seluruhnya ada 15 orang. Hari ini akan diserahkan santunan untuk ahli waris sebesar Rp15 juta per jiwa dan bantuan untuk 40 orang korban luka-luka masing-masing sebesar Rp2,5 juta. Total bantuan yang disalurkan tahap pertama mencapai Rp657 juta,” kata Menteri. 

Setelah menyerahkan bantuan, Mensos mengunjungi dapur umum untuk melihat sejauh mana proses penyiapan makanan untuk pengungsi. Kemensos mendirikan tiga dapur umum yakni Dapur Umum di Kantor Kecamatan Sembalun, Dapur Umum di Kantor Desa Belanting dan Dapur Umum di Kantor Desa Obel-obel Kecamatan Sambelia. Masing-masing dapur umum mampu menyiapkan 1.000—2.000 bungkus per hari. (dib)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *