oleh

Diknas Bojonegoro Tolak Perubahan Titik Koordinat PPDB SMP

BojonegoroDetakpos – Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menegaskan akan menolak perubahan titik koordinat dari peserta Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Sekretaris Diknas Bojonegoro, Moch Husaini mengatakan, titik koordinat peserta PPDB tingkat SMP tidak bisa diganti.

Sebab, menurut dia, harus berdasarkan data awal ketika pendaftaran pertama.

“Waktu pendaftaran dulu sudah ada surat pernyataan, yang berdasarkan letak domisili dalam kartu keluarga (KK), sehingga hal tersebutlah yang kami jadikan acuan untuk titik koordinat peserta PPDB tahun ini,” jelas dia di Bojonegoro, Sabtu (1/6).

Masih menurut Husaini, di wilayah Kecamatan Kota Bojonegoro memang banyak yang mengajukan surat keterangan domisili baru. Tetapi Diknas tidak dapat menerima karena tidak diperbolehkan.

“Kami tolak pengajuan perubahan titik koordinat tersebut. Sebab tidak diperbolehkan menurut aturan dari Pemerintah Pusat,”tegas dia.

Sementara untuk lembaga pendidikan yang dipilih oleh para peserta PPDB, Husaini mengungkapkan kalau bisa dirubah. Apabila tidak diterima dalam pilihan pertama dan kedua.

“Mereka bisa mengubah pilihan sekolah yang ketiga, sedangkan pilihan pertama dan kedua tidak bisa,” kata dia.

Untuk pengumuman PPDB sendiri akan dilakukan pada Rabu (12/6) mendatang.

Hal itu diungkapka menanggapi dugaan terjadinya perubahan kordinat. Jumlahnya bisa mencapai belasan calon siswa.

Misalnya, ada calon siswa, awalnya sudah tidak diterima di salah satu SMP favorit pilihan utama, tapi diterima pada sekolah pilihan ketiga.
Data yang diterima pada hari terakhir pukul 11.10 WIB, ia melakukan perubahan koordinat, sehingga bisa masuk SMP terfavorit di Bojonegoro.

Jadi titik koordinat direvisi menjadi lebih dekat tersebut bisa dilihat di jejak digital komputer pendaftaran di Diknas.(d/5)

Pewarta: Jarwati

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini