oleh

Diluncurkan Logo dan Maskot Harkonas 2020

SurabayaDetakpos Menteri Perdagangan (Mendag) RI Agus Suparmanto memperkenalkan logo dan maskot peringatan Hari Konsumen Nasional (HARKONAS) 2020 di Gedung Bhinaloka Adikara Kantor Gubernur Jawa Timur Surabaya, Jumat (31/1).

Peringatan Harkonas tahun ini adalah kerja sama Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tata Niaga di bawah Kementerian Perdagangan RI dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN). Peringatan kali ini adalah peringatan kali ke delapan yang rencanaya akan di selenggarakan di Jawa Timur tepatnya di Lapangan Kodam V Brawijaya pada tanggal 29 – 30 Maret tahun 2020.

Sedangkan tema yang diangkat pada peringatan kali ini adalah Perlindungan Konsumen Menuju Indonesia Maju.

Logo yang digunakan pada peringatan Harkonas berbentuk perisai dan tangan manusia yang diangkat sambil mengepal. Perisai bermakna bahwa pemerintah berkomitmen untuk melindungi konsumen. Sementara tangan mengepal bermakna bahwa konsumen sudah saatnya berdaya dan memiliki kemampuan untuk memutuskan sesuatu atau bertindak.

Adapun maskot peringatan Harkonas adalah “Cak Enda”. Maskot tersebut digambarkan dengan seekor lumba-lumba yang tergolong hewan cerdas dan sering membantu manusia.

Nama Enda merupakan kepanjangan dari Konsumen Berdaya. Peringatan Harkonas tahun ini diharapkan akan mampu membuat konsumen Indonesia semakin cerdas dan berdaya.
Pemilihan Jawa Timur sebagai tuan rumah peringatan Harkonas 2020 tidak serta merta begitu saja. Namun hal tersebut karena Jatim merupakan daerah terbaik yang peduli dengan perlindungan konsumen.

”Ya, ini memang acara kita bekerja sama dengan pemerintah daerah provinsi Jawa Timur, karena kita pilih disini memang provinsi Jawa Timur ini merupakan daerah peduli konsumen yang terbaik dua kali ya,” kata Mendag Agus Suparmanto.
Agus pun menyampaikan bahwa sektor perdagangan Jawa Timur yang besar sangat berkontribusi pada sektor perdagangan nasional. Selain itu, tingkat kepedulian yang baik terhadap konsumen membuatnya menaruh harapan pada Jawa Timur untuk dapat menjadi panutan bagi daerah lain di Indonesia terkait perlindungan konsumen.

“Jadi itu mudah-mudahan dengan peduli kepada konsumen ini kita jadikan panutan bagi tempat lain,“ harapnya.
Sementara itu, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak menyampaikan bahwa sektor perdagangan menyumbangkan angka yang besar terhadap perekonomian Jawa Timur. Ia pun mengharapkan agar sektor ini mampu menjadi penguat perekonomian Jawa Timur di tahun-tahun berikutnya.

“Tadi kami sampaikan sektor terbesar kedua setelah manufakturing adalah perdagangan, dan kami memang berharap bahwa dengan market besar di Jawa Timur 40 juta, kita bisa kemudian dorong sektor perdagangan menjadi salah satu tulang punggung ekonomi,” kata Emil.
Terkait perlindungan konsumen, Emil Dardak menuturkan bahwa semua konsumen baik yang bertransaksi secara online maupun offline akan mendapatkan perlindungan yang sama.
“Sama dengan nasional, kita melihat tren ini meningkat dan sebagaimana disampaikan pak menteri tentu perlindungan konsumen berlaku untuk seluruh transaksi offline maupun online,” tuturnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini