oleh

PDIP Bojonegoro Desak Pemkab Ikut Kelola Gas

BojonegoroDetakpos – Fraksi PDIP DPRD Bojonegoro, Jawa Timur, mendesak pemerintah kabupaten (pemkab) ikut mengelola gas lapangan Jambaran-Tiung Biru (JTB) kalau memang sudah berproduksi pada 2019.

“Pemkab harus meminta jatah alokasi gas, sebab sebagai daerah penghasil,” kata Ketua Fraksi PDIP Bojonegoro Donny Bayu Setiawan, Senin (14/8).

Menurut dia, pemkab bisa ikut mengelola gas yang diproduksi yang sebagian disalurkan melalui pipa gas Semarang-Gresik, untuk membuat industri, misalnya, elpiji, pabrik pupuk, atau industri yang lainnya dengan bahan bagu gas JTB.

“Kalau di daerah penghasil ada industri maka akan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan adanya “multiflier effeck”,” katanya menegaskan.

Meskipun, menurut dia, PT Pupuk Kujang Jawa Barat yang akan membangun pupuk di Bojonegoro masih belum ada kejelasan karena belum ada kesepakatan terkait harga gas.

“Kalau memang PT Pupuk Kujang bisa membangun pabrik di Bojonegoro itu lebih bagus,” ucapnya menegaskan.

Hal senada disampaikan Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Sigit Kushariyanto yang menyebutkan DPRD akan mendukung sepenuhnya pengalokasian anggaran kalau memang pemkab bisa memperoleh jatah alokasi gas JTB.

“DPRD siap mendukung pengalokasian anggaran untuk pendirian pabrik gas elpiji kalau memang pemkab bisa memperoleh alokasi gas JTB,” katanya menegaskan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Pemkab Bojonegoro Herry Sudjarwo menjelaskan adanya kesepakatan PLN membeli gas JTB akan menambah pendapatan daerah melalui dana bagi hasil (DBH) gas.

Pendapatan yang diperoleh daerah, lanjut dia, akan lebih besar dibandingkan dengan DBH minyak yang hanya 6 persen bagi daerah penghasil.

“DBH gas bagi daerah penghasil cukup besar mencapai 12 persen,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui lapangan Jambaran Tiung Biru dengan investasi sekitar US$ 1,5 miliar akan memproduksikan gas sebesar 330 MMSCFD dengan penjualan sebesar 172 MMSCFD selama 16 tahun (plateu).

Dari 172 MMSCFD pemanfaatan gas tersebut, 100 MMSCFD akan disalurkan ke PLN Wilayah Gresik dengan harga US$ 7,6 per MMBTU flat selama masa kontrak, dan 72 MMSCFD untuk industri di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Gas dari lapangan Jambaran Tiung Biru nantinya juga akan terkoneksi dengan pipa Gresik-Semarang sepanjang 267 km dengan diameter 28 inch. Pipa Gresik-Semarang dengan investasi sekitar US$ 515 juta direncanakan selesai pada tahun 2018. (d1/detakpos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini