oleh

KemenPUPR Apresiasi Semen Gresik Terkait Jasa Kontruksi

BandungDetakpos – Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Ditjen Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) Riky Aditya Nasir mengapresiasi upaya yang dilakukan Semen Gresik untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja jasa konstruksi.

“Kami mengapresiasi program dari Semen Gresik yang membantu KemenPUPR dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja di bidang jasa konstruksi,” kata dia ketika acara sertifikasi tukang bangunan di GOR Arcamanik Bandung, Kamis (10/8/2017).   

Apalagi, lanjut dia, adanya Undang-Undang No 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, pemerintah berkewajiban untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja di bidang jasa konstruksi dengan pemberian sertifikasi dan akreditasi.

Sesuai data, katanya, dari 7,6 juta pekerja jasa konstruksi di Indonesia, baru 10 persen yang memperoleh sertifikasi sesuai yang diamanatkan UU No 2 Tahun 2017.

“Kami targetkan hingga 2019 jumlah itu dapat meningkat menjadi 1,5 juta pekerja,” katanya menegaskan.

Menurut dia, dengan pemberian sertifikasi bagi tenaga kerja jasa konstruksi, maka tukang bangunan dapat dikategorikan sebagai tenaga terampil. Jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya, Indonesia cenderung paling tinggi dalam jumlah tenaga ahli dan tenaga terampil.

“Jumlah tenaga ahli yang sudah tersertifikasi di Indonesia tergolong yang terbanyak di ASEAN, namun ke depan masih perlu ditingkatkan karena pertumbuhan industri konstruksi mencapai 6 persen per tahun, dan Indonesia menyumbang 67 persen dari pasar konstruksi ASEAN,” katanya menjelaskan.

Ketua Lembaga Penyedia Jasa Konstruksi (LPJK) Jawa Barat Eman Sulaeman menambahkan program sertifikasi tukang bangunan yang dilakukan Semen Gresik diharapkan menjadi pilot project yang bisa ditiru oleh perusahaan lain dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja secara umum, khususnya tenaga kerja jasa konstruksi.

“Ini suatu upaya yang membanggakan dan diharapkan tukang bangunan menjadi lebih sadar teknologi informasi dan tidak ketinggalan zaman,” ucapnya.

Kepedulian Semen Gresik tidak terhenti hanya di sertifikasi. Untuk meningkatkan kompetensi tukang secara berkelanjutan, Semen Gresik memiliki program komunitas terintegrasi yang dinamakan Komunitas Jago Bangunan, dengan dukungan portal berbasis digital bernama jagobangunan.com.

Melalui portal tersebut, mereka dapat mengasah kemampuan dan memperkaya pengetahuan di bidang konstruksi secara mandiri.

Berbagai artikel dan tips esensial seputar dunia konstruksi dan bangunan telah disiapkan Semen Gresik pada portal tersebut. Selain itu, bila tukang mengalami kesulitan di pekerjaannya, mereka pun dapat berkonsultasi terkait konstruksi ataupun desain bangunan melalui fitur Tanya Pak Jago, yang merupakan call center bebas pulsa yang disediakan Semen Gresik khusus untuk tukang bangunan.

Selain program untuk tukang bangunan, bersamaan dengan acara tersebut Semen Gresik juga meluncurkan sebuah program terbaru bagi masyarakat umum dan toko bangunan, yang bernama Ayo Peduli Tukang.

Melalui program tersebut, Semen Gresik mengajak keterlibatan masyarakat umum dan toko bangunan untuk bersama-sama mengisi kemerdekaan Indonesia dengan peduli terhadap pengembangan para tukang bangunan yang merupakan      ujung tombak pembangunan di Indonesia.

Caranya, dengan mendaftarkan tukang bangunan melalui keluargakokoh.com/ayopedulitukang untuk masyarakat umum dan bisniskokoh.com/ayopedulitukang untuk toko bangunan.
Berbagai hadiah menarik seperti  emas batangan, sepeda motor, handphone, dan voucher belanja telah disiapkan Semen Gresik bagi peserta yang beruntung.

Kepedulian Semen Gresik kepada pelanggannya pun mendapatkan respon positif di pasar, tak terkecuali di Jawa Barat. Sampai dengan Juli 2017, Semen Gresik di Jawa Barat mampu mencatatkan kinerja penjualan sebesar 943.720 ton, naik signifikan 13% dari periode yang sama tahun lalu, dengan penguasaan market share sebesar 19 persen.

Secara nasional, volume penjualan Semen Gresik tumbuh 10,4 persen hingga Juli 2017, di atas pertumbuhan industri sebesar 4,9 persen. (d1/detakpos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini