oleh

Sterilasi, Pasar Kota Bojonegoro dan Banjarejo Tutup Sementara

BojonegoroDetakpos-Dalam rangka pencegahan dan pemutusan mata rantai penyebaran virus corona (Covid 19), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, akan melakukan sterilisasi pasar Kota Bojonegoro dan Banjarejo.

“Berdasarkan keputusan bersama dengan tim Gugus Tugas Penanganan Covid 19, supaya tidak ada penularan akan dilakukan penyemprotan disinfektan untuk dua pasar daerah itu,” kata Kepala Dinas Pada Bojonegoro, Sukemi, Senin ,(27/4), malam.

Karena itu, menurut Sukemi, pedagang di dua pasar tersebut tidak boleh membuka dagangan atau berjualan untuk sementara agar tidak terkena dampak saat dilakukan penyemprotan disinfektan nanti.

“Akan terus kami lakukan untuk penyenprotannya. Untuk menyeterilkan pasar kota dan pasar Banjarejo. Sebab diketahui pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal adalah pedagang,” ujar dia

Lebih lanjut sukemi mengungkapkan, kalau PDP yang meninggal kebanyakan membeli barang dagangan di pasar Kota dan pasar Banjarejo, sudah terjadi interaksi dengan banyak orang di pasar.

“Kami hanya ingin melindungi para pedagang dan pembeli di pasar. Supaya mereka tidak terkena Covid 19,” terangnya.

Pernyataan Sukemi tersebut meralat sikap Pemkab sebelumnya yang menyatakan mulai besok, Selasa (28/04) akan menutup dua pasar daerah, yaitu Pasar Kota Bojonegoro, dan Banjarejo.

Menurut keterangan yang dihimpun, sikap Pemkab ihwal penutupan dua pasar itu mendapat reaksi sejumlah pedagang yang memprotes kebijakan tersebut karena bisa mematikan usaha mereka.

Update sebaran

Sementara itu dari grafik pemantauan hari ini, jumlah ODP bertambah 3 orang di Kecamatan Dander 1 orang, Tambakrejo 1 orang dan Temayang 1 orang.

ODP yang selesai dalam pemantauan sebanyak 3 orang di Kecamatan Dander 1 orang, Sukosewu 1 orang dan Ngasem 1 orang.

Ada pula peningkatan status ODP menjadi PDP di Kecamatan Bojonegoro sebanyak 1 orang.
Sementara itu jumlah ODP dipantau pada hari ini sebanyak 37 orang.
ODP selesai pemantauan secara kumulatif sebanyak 128 orang, ODP keseluruhan secara kumulatif sebanyak 165 orang.
.
Untuk status PDP hari ini sebanyak 2 orang, di Kecamatan Trucuk 1 orang (PDP baru) dan di Kecamatan Bojonegoro 1 orang (peningkatan status ODP menjadi PDP).

Status PDP kumulatif sebanyak 5 orang, 2 orang dalam pengawasan dan 3 orang meninggal dunia.
.
Untuk status terkonfirmasi positif tetap sebanyak 7 orang. Di wilayah Kecamatan Bojonegoro 2 orang, Gondang 2 orang, Kepohbaru 1 orang, Trucuk 1 orang dan Purwosari 1 orang.
Status positif terkonfirmasi kumulatif sampai hari ini sebanyak 8 orang, 1 orang meninggal dunia.
.
Pewarta: Jarwati

Editor: A Adib

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 comments

  1. Kenapa gak di adakan test covid 19 aja jadi biar lebih terperinci siapa yang positif kalau ditutup trus dampak bagi kami para pedagang kecil harian dpt penghasilan darimana?!

Detakpos Terkini