Bakal Cabup Independen Tuding Program BKD Itu Politis

BojonegoroDetakpos.com– Samudi, bakal calon bupati jalur independeb yang akan maju di Pilkada 2024, mengakui selama ini mengkritisi program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKD) oleh Pemkab yang dinilai sangat politis.

“Saya selama ini sering mengkrituk program BKD, bukan kepala desa sebagai penerima BKD,”tegas Samudi, Selasa (5/4/2022).

Dikatakan, BKD itu program yang semestinya baik karena untuk mempercepat pemerataan pembangunan. Akan tetapi karena kriteria yang dipakai untuk desa desa penerima tidak jelas maka BKD menjadi program yang penuh dengan kepentingan politik.

Samudi menyatakan, hal itu bisa dilihat pada program BKD tahun 2021. “Jelas sekali di situ bahwa program ini sangat dipaksakan. sehingga pada akhirnya justru merugikan desa penerima BKD itu sendiri,”tuturnya.D

Dana pembangunan sebesar itu seharusnya diperlukan perencanaan matang sebelum dicairkan. agar bisa dilaksanakan dengan baik, benar dan nyaman

“Jelas tidak mungkin desa mampu mengelola dengan swakelola proyek yang nilainya milyaran rupiah. karena desa tidak mempunya kapasitas untuk itu,”tutur dia.

Samudi memberi contoh kecil saja, “Apa mungkin timlak desa mampu melakukan tender pengadaan barang dan jasa dalam pembangunan rigid beton maupun aspal,”tanya dia.

“Karena timlak desa jelas tidak mempunyai kemampuan yang memadai untuk melakukan itu. apakah timlak sudah mempunyai legalitas semacam sertifikat untuk melakukan itu…? tentu saja tidak.”

Dampaknya, lanjut Samudi, banyak sekali desa yang bermasalah terkait BKD. ‘Dan ada kesan cuci tangan dari pihak Pemkab sebagai pemberi bantuan,”tegas Samudi.

Padahal terkait BKD, kata dia, kesalahan jelas sejak mulai perencanaan. Itu nampak jelas dari dicairnkannya BKD justru menjelang akhir tahun. dan itu semakin mempersulit desa penerima BKD.

Dia pun menolak bahwa sikap krits terhadap program BKD oleh Pemkab itu muncul tuduhan selama ini dia dianggap pro Wabub wawan, itu tidak benar.

Terganjal

Kepala Desa Wotan, Kecamatan Sumberrejo, Anam Warsito, yang pro BKD menyatakan Samudi bisa terganjal. Pasalnya, dia mengklaim sejumlah kades penerima BKD tidak menyukainya karena sering “menyerang” para kades penerima BKD.

“Berat kans-nya, teman┬áteman kades banyak yang anti Samudi terutama kades yang dapat BKD, dikarenakan samudi justru sering berstatmen “menyerang,” kata Anam.

Selain menyerang, Anam juga menyebut dia mendukung sidak Wabub Budi Irawanto (Wawan) yang banyak tidak disukai oleh kades penerima BKD.

“Isue BKD mematikan langkah politik S2 (Wawan-red) dan Samudi,”ujar Kades ini.

Gerakan Wawan sidak tanpa mengajak SKPD teknis PU dan BPMD, kemudian malah mengajak media turun malah membuat tidak simpatik para kades.

Akhirnya kades memandang Wabub Wawan menyerang para kades dan ini kontraproduktif.
“Cilakanya Samudi bikin statmen di group WA cenderung menyerang kades yang dapat BKD karena dia kecewa tidak dapat BKD,”papar Anam.

Dan dia mendukung secara terbuka tindakan Wabub sehingga para kades penerima BKD menganggap Samudi kaki tangan Wawan.

Sementara garis politik Samudi dulunya juga kader PDI Perjungan, hal itu yang semakin neneguhkan kesimpulan para kades penerima BKD bahwa Samudi dan Wawan adalah “lawan bersama.”(d/2).

Editor: A Adib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *