oleh

Survei Alvara: Pemilih PDIP dan Gerindra Paling Solid

JakartaDetakpos-Pemilih partai pendukung pasangan kandidat
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno lebih militan dalam mempromosikan pasangan kandidat capres-cawapres dibanding pemilih
partai pendukung Jokowi-Ma’ruf dalam mempromosikan Jokowi-Ma’ruf.

CEO & Founder Alvara Research Center, Hasanuddin Ali
menerangkan, pemilih Prabowo-Sandiaga yang berasal dari pendukung Gerindra dan PKS,
memiliki keinginan sangat besar dalam merekomendasikan pasangan yang diusung
partainya kepada orang lain.

Jika pemilu dilaksanakan saat ini, maka elektabilitas partai politik paling tinggi diraih oleh PDIP
(29,9%), disusul Partai Gerindra (18,4%).

Sedangkan, undecided voters mencapai 16,3%.
“Trend elektabilitas PDI Perjuangan, Partai Golkar, dan PKB menunjukkan peningkatan dibanding
survei sebelumnya. Dari temuan riset, ada yang perlu diperhatikan yaitu sebagian besar
menyatakan caleg merupakan faktor yang mempengaruhi dalam pemilu legislatif.

“Performa caleg dalam kampanye akan ikut menentukan naik turunnya elektabilitas partai politik”
ujar Hasanuddin Ali, kemarin.

Kemudian Hasanuddin menambahkan “Meskipun jumlah undecided voters
menurun pada Pileg, potensi swing voters masih cukup tinggi di hampir semua partai politik,
hanya PDI Perjuangan dan Gerindra yang pemilihnya cukup solid”

Isu Hoax dari Ratna Sarumpaet memang menyita perhatian publik Indonesia, hamper 60%
mengetahui kasus Hoax Ratna Sarumpaet.

Di mana, sebagian besar yang tahu kasus ini setuju
bahwa tindakan tersebut dapat membahayakan keutuhan bangsa dan juga setuju tindakan
pencekalan ke luar negeri.

Sebanyak 66,6% pemilih Jokowi-Ma’ruf menyatakan kubu Prabowo-Sandiaga bertanggung jawab atas kasus Ratna Sarumpaet, sebaliknya hanya 31,5% pemilih Prabowo-
Sandiga yang menyatakan kubu Prabowo-Sandiaga bertanggung jawab atas kasus Ratna
Sarumpaet.

Survei ini menemukan sebanyak 18,9% pemilih menyatakan mengubah pilihan capres-cawapres akibat kasus hoax baru-baru ini. “Kasus Hoax Ratna Sarumpaet ternyata
berdampak pada penurunan elektabilitas Prabowo-Sandiaga”, Ujar Hasanuddin Ali.

Survei ini juga menguji kecenderungan idelogis pemilih terhadap elektabilitas kandidat.

Hasil survei menujukkan adanya kecenderungan pendukung Pancasila sebagian besar memilih Joko lWidodo – KH Ma’ruf Amin, sementara pendukung negara Islam cenderung memilih Prabowo
Subianto – Sandiaga Uno.

Hal yang sama juga terjadi pada NKRI vs Khilafah, ada kecenderungan
pendukung NKRI dominan memilih Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin, sementara yang mengaku
pendukung khilafah cenderung lebih banyak yang memilih Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.”

Alvara Research Center menggelar survei nasional
pada 8-22 Oktober 2018. Riset ini menggunakan multi-stage random sampling dengan melakukan
wawancara terhadap 1.781 responden yang berusia 17 tahun ke atas.

Sampel diambil di seluruh
33 Provinsi di Indonesia, dengan jumlah sampel tiap provinsi proporsional terhadap jumlah
penduduk, Provinsi Sulawesi Tengah tidak diikutkan survei karena terkendala dampak gempa
bumi di Palu dan sekitarnya. Rentang margin of error sebesar 2,37% dengan tingkat kepercayaan
95%.(dib)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detakpos Terkini